Dari Lemari ke Bursa: Ajakan Irwan Hidayat Mengubah Cara Orang Indonesia Mengelola Uang

Berita Rekomendasi

SemarangSeputarjateng.id-Di sebuah cerita yang sering ia dengar dari masyarakat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat pernah menemukan kenyataan yang membuatnya tertegun. Seseorang menyimpan puluhan juta rupiah di dalam lemari rumah. Alasannya sederhana: takut dengan biaya administrasi bank.

Bagi Irwan, kisah seperti itu bukan sekadar cerita kecil. Ia melihatnya sebagai gambaran cara pandang sebagian masyarakat Indonesia dalam mengelola uang—uang disimpan rapat-rapat, tetapi tidak berkembang.

Ia kini gencar mengajak masyarakat mengubah pola pikir tersebut. Menurutnya, menyimpan uang saja tidak cukup di tengah perkembangan ekonomi modern. Uang, kata dia, seharusnya bisa bekerja dan berkembang.
Salah satu caranya adalah melalui investasi di pasar saham.

Baca Juga:  Dorong Disabilitas Berdaya, XLSMART Beri Pelatihan Literasi Digital dan UMKM

Namun Irwan memberi penekanan khusus: masyarakat tidak seharusnya “bermain” saham. Ia menilai istilah itu sering menimbulkan kesan spekulasi, seolah pasar saham hanya tempat mencari keuntungan cepat.
“Jangan bermain saham. Berinvestasilah di saham,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.
Bagi Irwan, perbedaannya sangat jelas. Bermain saham cenderung dilakukan tanpa perhitungan matang, sekadar mengikuti tren. Sebaliknya, investasi saham berarti menanamkan uang pada perusahaan yang memiliki reputasi baik, manajemen yang sehat, dan kinerja yang stabil.
Ia juga menyoroti fakta bahwa jumlah investor saham di Indonesia masih relatif kecil. Dari lebih dari 270 juta penduduk, investor pasar modal baru sekitar 21 juta orang.

Baca Juga:  Banjir Semarang, Dinsos Jateng dan Tagana Dirikan Dapur Umum Layani 1.500 Warga

Angka itu, menurutnya, menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan masih sangat besar.
Di negara seperti Amerika Serikat, sebagian besar masyarakat telah terbiasa menempatkan sebagian dana mereka di pasar saham. Kondisi tersebut membuat pasar keuangan mereka menjadi lebih kuat karena didukung oleh investor domestik.

Irwan percaya Indonesia memiliki peluang yang sama.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa menyimpan uang di bank dengan bunga rendah membuat pertumbuhan dana berjalan lambat. Sementara dengan investasi saham yang tepat, potensi keuntungan bisa jauh lebih besar.
Namun ia tidak menutup mata terhadap risiko. Karena itu, ia menyarankan investor pemula untuk memulai dengan langkah sederhana: memilih perusahaan yang sudah terbukti menghasilkan keuntungan secara konsisten.
Bagi Irwan, investasi saham bukan hanya soal mencari keuntungan pribadi. Lebih dari itu, semakin banyak masyarakat Indonesia yang berinvestasi di pasar modal, semakin kuat pula perekonomian nasional.
“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing,” katanya.

Di tengah upayanya mengampanyekan investasi saham, Irwan membawa pesan yang sederhana namun penting: jangan biarkan uang hanya diam di laci atau lemari. Dengan pengetahuan dan pilihan yang tepat, uang bisa tumbuh—dan ikut mendorong kemajuan ekonomi negara.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini