Semarang,Seputarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang kembali menghadirkan inovasi menarik melalui program IJOLKE 2026 (Rejeki Jajan Dolan Ning Kota Semarang). Bertepatan dengan perayaan hari jadi ke 479 kota Semarang , program ini mengajak warga berpartisipasi dalam pembangunan hanya dengan aktivitas sehari-hari.
Melalui IJOLKE, masyarakat yang bertransaksi di sektor kuliner, perhotelan, hiburan, hingga parkir dapat mengunggah struk pembayaran mereka untuk mengikuti undian berhadiah. Program ini berlangsung hingga 24 Mei 2026 dan terbuka bagi seluruh warga yang beraktivitas di Kota Semarang.
Beragam hadiah menarik telah disiapkan, mulai dari iPhone 17 Pro Max sebagai hadiah utama hingga Samsung Z Flip 7 dan puluhan smartphone lainnya. Program ini pun langsung menarik perhatian masyarakat karena konsepnya yang sederhana namun menguntungkan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan IJOLKE dirancang untuk meningkatkan kesadaran pajak dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan, IJOLKE bukan sekadar program undian, tetapi strategi cerdas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak.
“IJOLKE mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Dari aktivitas sehari-hari seperti makan atau jalan-jalan, kita sudah ikut berkontribusi dalam pembangunan kota,” tuturnya

Program ini juga menjadi langkah konkret Pemkot Semarang dalam meningkatkan PAD. Data menunjukkan, realisasi pajak daerah Kota Semarang pada 2024 mencapai 92,28% dan 88,55 persen pada 2025, dengan beberapa sektor bahkan melampaui target. Namun, masih ada potensi besar yang perlu dioptimalkan, khususnya di sektor tertentu seperti parkir.
Sejak diluncurkan, capaian program IJOLKE menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi. Tercatat sebanyak 17.065 nota telah terkirim melalui sistem IJOLKE. Dan masih akan terus bertambah sampai dengan berakhirnya upload IJOLKE di tanggal 24 Mei 2026.
Data ini menunjukkan bahwa selain tingginya antusiasme masyarakat, proses verifikasi juga dilakukan untuk memastikan keabsahan jangka waktu dan nota itu sendiri.

Lewat IJOLKE, masyarakat juga berperan sebagai pengawas partisipatif. Setiap struk transaksi yang diunggah membantu pemerintah memastikan kepatuhan pajak pelaku usaha. Program ini berlangsung mulai 24 Februari hingga 24 Mei 2026, dan dapat diupload mulai tgl 1 Maret dengan transaksi minimal Rp50.000 (kecuali parkir).
Transaksi parkir juga masuk dalam IJOLKE tanpa minimal, sehingga memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi pajak sektor parkir. Struk cukup diunggah melalui platform resmi IJOLKE.
“Ini bukan hanya soal hadiah, tapi bagaimana kita membangun budaya sadar pajak bersama,” tegas Agustina.
Dengan konsep “Jajan sambil Berkontribusi”, IJOLKE 2026 diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus memperkuat transparansi dan kepatuhan pajak di Kota Semarang.(All)


