SEMARANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Ungaran terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata. Salah satunya dengan menghadirkan branding BRImo dan QRIS di kawasan wisata Bukit Cinta Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Program tersebut menyasar para pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di kawasan wisata unggulan tersebut agar semakin dikenal sekaligus mendorong transaksi non tunai yang lebih mudah, aman, dan praktis bagi wisatawan.
Pimpinan Cabang BRI Ungaran, Yosfi Enofa, mengatakan kehadiran branding BRImo di Bukit Cinta merupakan bagian dari upaya BRI mendukung ekosistem ekonomi kerakyatan berbasis digital di destinasi wisata.
“BRI tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung pertumbuhan UMKM. Melalui branding BRImo di kawasan Bukit Cinta Banyubiru, kami ingin memperkuat literasi transaksi digital sekaligus membantu pelaku UMKM agar semakin mudah melayani wisatawan melalui pembayaran QRIS,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis.
Menurut Yosfi, sektor pariwisata dan UMKM memiliki keterkaitan yang sangat erat. Semakin tinggi kunjungan wisatawan, semakin besar pula potensi transaksi yang dapat dinikmati para pedagang lokal. Karena itu, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.

Selain mempercantik area kios dan sentra kuliner dengan branding BRImo, program tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat transaksi digital yang kini semakin banyak digunakan oleh wisatawan.

Koordinator Bukit Cinta Banyubiru, Hindrinyani Kurniasih, menyambut baik dukungan yang diberikan BRI kepada para pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan BRI melalui pemasangan branding dan penguatan transaksi digital di Bukit Cinta. Kehadiran BRImo dan QRIS memberikan kemudahan bagi pengunjung sekaligus membantu pelaku UMKM mengikuti perkembangan transaksi yang saat ini semakin digital,” katanya.
Menurut Hindrinyani, keberadaan fasilitas pembayaran digital menjadi nilai tambah bagi destinasi wisata karena wisatawan tidak lagi bergantung pada uang tunai saat bertransaksi.

Ia berharap sinergi antara pengelola wisata dan BRI dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan UMKM serta meningkatkan daya tarik Bukit Cinta sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Semarang.
Dengan hadirnya branding BRImo di area kios dan sentra kuliner Bukit Cinta, BRI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan digital sehingga mampu meningkatkan omzet usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.***


