SemarangSeputarjateng.id – Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) terus memperluas akses pendidikan vokasi di bidang konstruksi dengan menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari daerah terpencil dan kawasan Indonesia Timur. Di saat yang sama, perguruan tinggi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum tersebut mulai membidik mahasiswa asing sebagai bagian dari upaya meningkatkan reputasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU., ASEAN Eng, usai Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus II Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang, Senin (27/7).
Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum (BPSDM PU), Bisma Staniarto, S.T., M.Sc., jajaran pimpinan, anggota senat, sivitas akademika, mitra, serta para mahasiswa baru yang telah dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi.
Direktur PUtech mengungkapkan, pada Tahun Akademik 2026/2027 pihaknya menerima 441 mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Ke depan, PUtech menargetkan seluruh provinsi memiliki perwakilan mahasiswa di kampus tersebut.
“Tahun ini mahasiswa berasal dari 28 provinsi. Tahun depan kami berusaha meningkatkannya hingga seluruh provinsi di Indonesia. Kami membawa misi menjangkau kawasan terpencil dan Indonesia Timur agar kesempatan memperoleh pendidikan vokasi bidang konstruksi semakin merata,” tuturnya.
Mahasiswa baru tahun ini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Kalimantan Utara, Papua hingga Nusa Tenggara Timur. Menurut Brawijaya, hal itu menunjukkan semakin luasnya jangkauan rekrutmen mahasiswa PUtech.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi institusi di tingkat internasional.
“Kami ingin menuju world class university. Salah satu indikatornya adalah memiliki mahasiswa asing yang kuliah di sini. Itu menjadi bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan PUtech,” katanya.
Selain memperluas akses pendidikan, PUtech terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sistem pendidikan vokasi yang didominasi praktik dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori. Mahasiswa juga menjalani magang industri selama enam bulan di berbagai proyek konstruksi di berbagai daerah.

Untuk meningkatkan daya saing lulusan, mahasiswa dibekali berbagai sertifikasi profesi, di antaranya Building Information Modelling (BIM), sertifikasi keselamatan kerja, serta kemampuan bahasa Inggris melalui TOEIC. Penguasaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan pemetaan digital juga menjadi bagian dari kurikulum.
Ketua Senat Politeknik Pekerjaan Umum, Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D., mengatakan penguasaan BIM menjadi salah satu keunggulan lulusan PUtech karena teknologi tersebut telah menjadi standar dalam berbagai proyek konstruksi berskala besar.
Menurutnya, tingginya kompetensi lulusan tercermin dari daya serap di dunia kerja. Sebagian besar lulusan telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., melaporkan bahwa proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung sejak Januari hingga Juli 2026 melalui Jalur Prestasi Gelombang I, Jalur Prestasi Gelombang II, dan Jalur Umum. Seleksi Jalur Umum diawali dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) secara daring yang dilanjutkan dengan psikotes sebelum penetapan hasil akhir.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, PUtech resmi menerima 441 mahasiswa baru, yang terdiri atas 151 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung (TKBG), 150 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ), serta 140 mahasiswa Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air (TKBA). Seluruh mahasiswa baru tersebut dikukuhkan melalui Sidang Senat Terbuka di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus II Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang.(Kas)


