Calendar of Event 2026 Diluncurkan, Jawa Tengah Genjot Wisata dan Ekonomi

Berita Rekomendasi


Semarang
 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) Jawa Tengah 2026. Sebanyak 365 event disiapkan dan tersebar di 35 kabupaten/kota, sehingga wisatawan dapat menikmati agenda wisata, budaya, dan olahraga sepanjang tahun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut peluncuran CoE 2026 sebagai langkah strategis untuk mempromosikan potensi daerah lebih awal. Dengan publikasi dini, masyarakat dapat merencanakan perjalanan sekaligus terlibat dalam berbagai agenda unggulan yang digelar setiap bulan.

“Dengan adanya CoE, kita bisa mempublikasikan dan mempromosikan event pariwisata, budaya, dan olahraga lebih awal, sehingga masyarakat bisa menyesuaikan waktu jika ingin berkunjung ke Jawa Tengah,” ujarnya saat peluncuran di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (29/11/2025).

Baca Juga:  Kado HUT RI, PLN Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis 2.821 Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

Sumarno menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi dasar perbaikan agar agenda 2026 berlangsung lebih optimal. Ia juga menyoroti peran penting sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, terutama melalui konsumsi wisatawan yang berkontribusi signifikan terhadap daerah.

Menurutnya, kenyamanan dan keramahan masyarakat adalah kunci agar wisatawan betah berada di Jawa Tengah. Ia mendorong hadirnya paket wisata yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga.

“Keinginan anak, ibu, dan bapak pasti berbeda. Ini harus bisa dikolaborasikan sehingga semuanya terpenuhi, semua senang, dan ingin kembali datang,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Syurya Deta Syafri, mengatakan ratusan event yang masuk CoE 2026 mencakup festival budaya, atraksi khas daerah, hingga sport tourism yang semakin digemari.

Baca Juga:  PLN UP3 Magelang Lakukan Penyalaan Pasang Baru Klinik Ibu dan Anak “BHUMI“

Beberapa festival budaya unggulan yang selalu menarik wisatawan antara lain Grebek Sudiro, Festival Gunung Slamet, Kacer Festival, Festival Kota Lama, Solo Menari, Festival Topeng Solo, dan Festival Seni Solo. Ada pula Festival Mudik Wonosobo dengan atraksi balon udara yang tersebar di seluruh kecamatan.

Deta menambahkan bahwa sport tourism di Jawa Tengah tengah berada pada masa keemasan. Borobudur Marathon 2025 tercatat menarik 12.000 peserta dengan perputaran ekonomi mencapai Rp73 miliar. Siksa Rogo Lawu Ultra juga diperkirakan menghadirkan sekitar 7.000 pelari. Menurutnya, event-event semacam ini mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM.

Ia menekankan bahwa keramahan masyarakat adalah daya tarik utama. “Dalam Sapta Pesona, unsur terakhir adalah kenangan. Kita ingin memberi kenangan baik agar para tamu tuman dan datang lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  JNE Raih Penghargaan Golden Brand of The Year 2024

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jateng turut meluncurkan dua inovasi digital: e-book destinasi wisata Jawa Tengah yang berisi paket-paket wisata desa, serta SABDA (Sistem Analisis Big Data Pariwisata) yang berfungsi membantu pemerintah memantau data kunjungan, transaksi QRIS, dan perkembangan sektor wisata berbasis wilayah.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini