Semarang,Seputarjateng.id) – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan bus antarprovinsi PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Krapyak, Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Senin (22/12) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Bus yang diketahui berangkat dari Bogor dengan tujuan Yogyakarta tersebut menabrak pagar pembatas jalan tol. Berdasarkan data kepolisian, 15 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di RS Tugu Semarang.
Aparat Polrestabes Semarang dan Polda Jateng langsung melakukan penanganan cepat dengan mengevakuasi korban dan mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di RSUD dr Kariadi Semarang. Sebanyak 15 jenazah korban kini berada di rumah sakit tersebut untuk proses identifikasi dan pemulasaraan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jateng.
Kapolda Jateng yang mendatangi RSUP Dr Kariadi mengatakan, seluruh korban kecelakaan mendapatkan penanganan maksimal, baik korban meninggal dunia maupun korban luka. Ia menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara teliti dan humanis untuk memberikan kepastian kepada pihak keluarga.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan peristiwa ini merupakan kecelakaan tunggal. Sopir bus merupakan pengemudi cadangan dan selamat dari kejadian. Saat ini yang bersangkutan telah kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Kapolda saat meninjau Posko DVI RS Kariadi.
Penanganan kasus kecelakaan ini dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang dengan dukungan Ditlantas Polda Jateng. Selain itu, tim medis dan evakuasi juga dikerahkan guna memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan optimal.
Korban luka-luka dirawat di tiga rumah sakit rujukan, yakni RS Tugu, RS Columbia, dan RS Elisabeth Semarang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh biaya perawatan korban luka ditanggung sepenuhnya. Selain itu, pemerintah bersama Polda Jateng dan Jasa Raharja berkomitmen membantu proses pemulangan jenazah korban ke daerah asal masing-masing.
Kapolda Jateng turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan selama berkendara, khususnya di masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat berkendara. Gunakan rest area dan pos pelayanan yang tersedia untuk beristirahat demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Adapun ke16 korban tewas,15 mayat di RS dr Kariadi masing masing Sadimin( 57),Srihono(53),Listiana (44),Sugimo,( 62),Haryadin(43 ),Mutia Citra( 19),Saguh( 62),Wahyu Eko(26),Erna Peni(53),Yanto( 47 ),Anis Munandar(, 36),Noviani(31),Dw Rahayu(47),Anih( 56) dan 15.Ngatiyem(48).Sementara itu seorang perempuan tanpa identitas di RS Tugu Semarang.
Di RS Tugu juga dirawat 8 korban. Luka masing-masing
Gilang Ihsan Faruq, 21 th, Laki-lak alamat , Komplek PJKA 01/01 Tarok Dipo Guguak Panjang, Bukittinggi,
Purwoko, 49 th, Laki-laki, Kebur Lor 02/11 Argomulyo, Cangkringan, Sleman,Robi Sugianto, 50 th, Laki-laki, DK Tengah 01/02 Kalisumur, Bumiayu, Brebes,
Ardi Nata Triguna, 28 th, Laki-laki, Komplek DIT Bekang RT 02 RW 07 Cibinong, Setiyadi Sarwono, 66 th, Laki-laki, Lodalang RT 02 RW 08 Siswodilarang, Boyolali. Kemudian
Marno, 29 th, Laki-laki, Cibadak RT 01 RW 04, Bogor
- Nyi Mas Jihan, 26 Perempuan, Cibinong, Bogor
- Rujianti, 54, Perempuan, Juwiring, Klaten
Kemudian di RS Colombia ada 6 orang Rafi Abdurahman, 19 th, Laki-laki, Cluster Lestari Ciputat RT 04 RW 06, Karnoto, 31 th, Laki-laki, Jatirejo RT 02 RW 15 Kragitan, Klaten,Hafis Ahmad, 19 th, Laki-laki, Dusun Binasi RT 00 RW 00 Talawi Mudiak, Kota Batu,
Parwono(57)Laki-laki, Talesan RT 03 RW 01 Purwantoro, Wonogiri, Prisma Andika, 32 th, Laki-laki, Gadung Mlati RT 01 RW 10 Kajoran, Klaten Selatan, Ahmad Purnomo, , Laki-laki, Kaliwungu, Ungaran

Di RS Elizabeth Semarang
(3 LR) masing masing seorang lelaki Hakeem Myrnago, 30 ,Aulia Penaya, 27 th,dan Mahija Ketara berusia 28 tahun.(All)


