Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektare Tanah kepada Perum BULOG

Berita Rekomendasi

Pati, Seputarjateng.id- Pemerintah Kabupaten Pati hari ini resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektar kepada Perum BULOG sebagai bagian dari dukungan program strategis Pemerintah Pusat dalam pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen di Seluruh Wilayah Indonesia

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Profesor Sudarsono Hardjosoekarto sebagai Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG dengan H. Sudewo, S.T., M.T. selaku Bupati Pati bertempat di Pendopo Kabupaten Pati.

Penyerahan hibah tanah tersebut mencakup dua lokasi strategis, yaitu tanah seluas 2 ha di Desa Kayen dan 3,2 ha di Desa Margoyoso. Lokasi ini dipilih karena berada di kawasan sentra pertanian padi terbesar di wilayah Jawa Tengah, sehingga ideal untuk pembangunan fasilitas logistik pangan.

Menurut Bupati Pati, hibah tanah ini merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:  RSI Sultan Agung Semarang Gandeng LPBINU Jateng, Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana

“Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya.

Proyek hibah tanah ini juga selaras dengan asta cipta Presiden Prabowo Subianto dalam rangka percepatan pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen yang ditargetkan dimulai pembangunannya pada tahun 2026.

Program tersebut arahan langsung dari Presiden untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani Indonesia. Fasilitas infrastruktur pasca panen yang rencananya akan dibangun antara lain Gudang Penyimpanan, Sentra Penggilingan Padi, Gudang Penyimpanan Beras dan Jagung, serta Pabrik Tepung (Beras / Jagung).

Dengan fasilitas ini, diharapkan kualitas hasil panen dapat terjaga, dari hulu sampai hilir, sekaligus mengurangi kehilangan hasil pascapanen (post-harvest losses).

Baca Juga:  Tim Satgas Pangan Monitoring Distribusi Beras SPHP

Perum BULOG menyatakan bahwa pembangunan gudang baru ini bukan semata soal pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Infrastruktur yang dibangun akan dilengkapi fasilitas modern, seperti pengering (dryer), unit penggilingan (rice milling unit/RMU), silo, dan teknologi penyimpanan terbaru menyesuaikan kebutuhan setempat. Program ini didanai melalui Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2026.

Peletakan fondasi ini dilakukan untuk menjawab tantangan tahun panen mendatang dan sebagai jawaban atas meningkatnya produksi beras nasional yang diproyeksikan terus mengalami peningkatan. Perum BULOG yakin kehadiran infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, mengefisienkan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen.

Baca Juga:  Jateng Targetkan Produksi 4,8 Juta Ton Gabah Kering Panen dari 688 Ribu Hektar

Hal ini penting mengingat Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun tetap membutuhkan sistem penyimpanan dan distribusi yang unggul untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.

Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah seperti Pati merupakan model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di banyak kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat-daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi perwujudan strategi nasional infrastruktur pangan. Ke depan, BULOG bersama jajaran pemerintah daerah akan segera memulai perencanaan teknis pembangunan untuk memastikan fasilitas ini dapat mulai dibangun dan beroperasi sesuai target nasional.(**)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini