Nekat Terobos Banjir, Dua Remaja Terseret Arus di Karangmalang; Satu Masih Hilang

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa (10/2/2026) sore, berujung petaka. Dua remaja lain jenis yang berboncengan sepeda motor nekat menerobos jalan yang tergenang luapan sungai di Desa Krajan, Kelurahan Karangmalang,Semarang.

Keduanya terseret arus deras, satu korban berhasil selamat, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan. Korban selamat Alfa Ayuda Inara (14), warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal saat itu dalam kondisi lemas bergegas meminta pertolongan di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang. Yang kemudian peristiwa ini diteruskan ke Polsek Mijen,Semarang.

Baca Juga:  Dibekuk, Tiga Penjahat Bawa Mobil Hasil Rampasan Nekad Menabrak 3 Polisi

Nasib tragis kedua remaja terjadi pada Selasa (11/2) petang sekitar pukul 18.30. Mereka lewat jembatan Desa Krajan RT 02 RW 02, akses penghubung Desa Gerung, Gedungan, dan Gares. Saat itu jembatan dalam kondisi banjir dan arus cukup deras akibat hujan deras. Namun, mereka tetap nekad menerobos arus banjir. Akibatnya mereka bersama motornya terseret arus banjir.

Alfa Ayuda Inara berhasil menyelamatkan diri,sedangkan rekannya Nadia Eka Kurniawati, warga Cangkiran, Kota Semarang, hanyut terbawa arus bersama sepeda motor yang mereka kendarai.

Alfa dalam keadaan panik dan pakaian basah kuyup setelah melapor kepada warga yang berada di Masjid setempat jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapat perawatan medis.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Dinilai Terbuka Informasi, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Birokrasi Melayani

Petugas SPKT Polsek Mijen begitu menerima laporan terus bergerak mendatangi lokasi dan melakukan pencarian. Pada pukul 20.30 tim Basarnas dan BPBD Kota Semarang tiba dan bergabung bersama Polsek Mijen, Koramil, relawan, serta warga untuk menyisir aliran sungai.

Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, termasuk Jembatan Polaman dan Jembatan Cempoko. Namun, karena kondisi gelap dan arus sungai yang masih deras, pencarian sementara dihentikan pada pukul 21.40 WIB dan dilanjutkan Rabu (11/2/2026) pukul 06.30 WIB dengan posko pencarian di Masjid Ponpes Raudlatul Syifa.

Baca Juga:  Ahmad Luthfi Dorong Ormas Pemuda Jadi Penggerak Penurunan Kemiskinan Jateng

Kapolsek Mijen, Kompol Sutowo, S.H., mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalan atau jembatan yang tergenang air saat hujan deras.

“Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Jika kondisi membahayakan, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada aparat apabila terjadi situasi darurat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah banjir.
Hingga kini, tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan warga masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini