KUR BRI RO Semarang Melaju Kencang, Salurkan Rp17,04 Triliun untuk UMKM

Berita Rekomendasi

SEMARANG, SEPUTARJATENG.ID – Kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) Semarang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total penyaluran KUR mencapai Rp17,04 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 397.070 pelaku usaha.


Regional Micro Banking Head BRI Region Semarang, Hery Nofriady, menjelaskan bahwa dari total tersebut, KUR Mikro mendominasi dengan 394.031 debitur dan plafon Rp16,14 triliun. Sementara KUR Kecil disalurkan kepada 3.039 debitur dengan nilai Rp903,78 miliar.

Baca Juga:  Perkuat Fasilitas Pendidikan, BRI Hibahkan Bus ke Akpol


“Sepanjang 2025, penyaluran KUR di wilayah RO Semarang mencapai Rp17,04 triliun kepada 397.070 debitur,” ujarnya saat BRI Media Lunch, Selasa (14/4/2026).


Dari sisi sektor, penyaluran terbesar masih berasal dari perdagangan besar dan eceran dengan 172.176 debitur dan nilai sekitar Rp6,86 triliun. Selanjutnya disusul sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan serta kategori usaha lainnya yang belum terklasifikasi secara spesifik.

Baca Juga:  JNE Gelar Gathering Bersama Member JLC di Semarang, Beri Apresiasi dan Perkuat Kolaborasi


Memasuki 2026, tren positif tersebut berlanjut. Hingga triwulan I atau periode Januari–Maret, penyaluran KUR telah mencapai Rp5,63 triliun kepada 113.246 debitur. Rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp4,78 triliun kepada 106.709 debitur, KUR Kecil Rp161,57 miliar kepada 585 debitur, serta KPP Rp684,39 miliar kepada 5.952 debitur.


Pada periode ini, sektor perdagangan kembali menjadi penyumbang terbesar dengan plafon Rp2,07 triliun kepada 46.957 debitur. Disusul sektor pertanian dan kehutanan sebesar Rp854,31 miliar serta sektor lainnya.


Hery menambahkan, wilayah dengan penyaluran tertinggi berada di BO Pati, BO Purwodadi, dan BO Brebes. Secara wilayah administratif, kontribusi terbesar berasal dari Kabupaten Pati, Grobogan, dan Brebes.

Baca Juga:  Pertamina Ikuti Sidak Disdag Kota Semarang, Temukan 4 Laundry Gunakan LPG 3 Kg


“Hal ini menegaskan bahwa sektor perdagangan dan pertanian masih menjadi penggerak utama UMKM di Jawa Tengah. Ke depan, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan naik kelas,” tandasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini