Semarang,Seputarjateng.id–Lima dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Jawa Tengah telah rampung dibangun sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini dapur-dapur tersebut belum juga beroperasi karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan evaluasi, sehingga ribuan calon penerima manfaat di wilayah terpencil masih harus menunggu realisasi program.
Hal itu diungkapkan Investor pembangunan dapur MBG 3T Jawa Tengah, Rendra Bayu, Selasa(30/6) di Semarang. Ia mengatakan lima dapur yang dibangun tersebar di dua titik di Kabupaten Demak dan tiga titik di Kepulauan Karimunjawa, termasuk Pulau Nyamuk Jepara.. Seluruh pembangunan telah diselesaikan sesuai target dan telah melalui proses appraisal.
“Semuanya sudah selesai sesuai kontrak. Harapan kami dapur yang sudah siap ini bisa segera beroperasi karena masyarakat di wilayah 3T sudah menunggu manfaat program MBG,” kata Rendra.
Rendra menyebutkan skema pembangunan dapur MBG di wilayah 3T berbeda dengan daerah aglomerasi. Setelah pembangunan rampung dan lolos appraisal, investor mengajukan pencairan dana secara bertahap sesuai progres pekerjaan. Namun proses tersebut hingga kini belum tuntas sehingga berdampak pada operasional dapur.
Ia menegaskan, yang menjadi perhatian utama bukan semata persoalan pembayaran, melainkan agar ribuan calon penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil hingga lansia di wilayah 3T, segera memperoleh layanan makan bergizi gratis.
Selain masyarakat, puluhan relawan yang telah direkrut untuk bertugas di masing-masing dapur juga masih menunggu kepastian jadwal operasional.

Rendra menambahkan, pembangunan dapur di wilayah kepulauan memiliki tantangan lebih besar dibanding daerah lain karena seluruh material harus didistribusikan melalui jalur laut.
Menurutnya, masih banyak yang belum mengetahui bahwa Jawa Tengah juga memiliki kawasan yang masuk kategori 3T, terutama di wilayah Kepulauan Karimunjawa.
Terkait belum beroperasinya dapur MBG tersebut, Rendra menduga hal itu berkaitan dengan proses evaluasi yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan dugaan tersebut merupakan pandangan pribadinya dan bukan informasi resmi.

Ia berharap proses evaluasi segera rampung sehingga lima dapur MBG yang telah selesai dibangun segera ‘ngebul’ dapat segera melayani masyarakat nelayan di wilayah 3T serta memberikan kepastian bagi relawan maupun investor yang telah menyelesaikan pembangunan sesuai kontrak. (All)


