Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Jawa Tengah Tetap Tumbuh Kuat dengan Stabilitas Harga Terjaga

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi akibat dinamika geopolitik, perlambatan aktivitas manufaktur dunia, serta fluktuasi harga komoditas, perekonomian Jawa Tengah tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas harga yang terjaga, pertumbuhan ekonomi yang melampaui nasional, serta kondisi fiskal yang sehat menjadi fondasi utama dalam menjaga momentum pertumbuhan daerah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, mengatakan hingga Semester I 2026, perekonomian Jawa Tengah tetap resilien meski menghadapi tantangan global yang belum mereda.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Jawa Tengah mampu menjaga stabilitas harga, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempertahankan kesehatan fiskal sebagai modal penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat,” tuturnya..

Baca Juga:  KPU Demak Terima Logistik Pemilu Tinta, Segel Plastik, dan Bilik Suara

Ia menyebutkan pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen, sehingga menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Jawa Tengah pada Juni 2026 tercatat 2,92 persen (year-on-year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34 persen. Kondisi ini menunjukkan efektivitas pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Berbagai indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren yang positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 4,24 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat nasional sebesar 4,74 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah pada 2025 meningkat menjadi 74,77 atau masuk kategori tinggi, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 9,39 persen.

Optimisme masyarakat pun tetap terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 mencapai 114,1, didukung meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 118,27 serta Indeks Ketahanan Pangan Jawa Tengah tahun 2025 yang mencapai 73,73, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Baca Juga:  PKK SIGAB Jadi Program Unggulan, Ahmad Luthfi Dorong Keluarga Siaga Bencana

Meski demikian, Bayu mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, seperti perlambatan aktivitas manufaktur global yang tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 sebesar 46,9 atau masih berada di zona kontraksi, serta dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dan harga komoditas dunia.

Di sisi fiskal, kinerja APBN Regional Jawa Tengah hingga 30 Juni 2026 juga tetap solid. Pendapatan negara terealisasi Rp60,98 triliun atau 46,56 persen dari target, sedangkan belanja negara mencapai Rp50,60 triliun atau 51,91 persen dari pagu. Kondisi tersebut menghasilkan surplus APBN Regional sebesar Rp10,38 triliun, yang menunjukkan ruang fiskal tetap sehat untuk mendukung stabilitas ekonomi dan pembangunan daerah.

Menurut Bayu, sinergi APBN dan APBD akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas belanja pemerintah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah.(Kas)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini