Ancaman Digital Terus Berkembang, Lintasarta Dorong BPD Bangun Pertahanan Siber

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Ancaman siber yang terus berkembang menjadi tantangan besar bagi industri perbankan digital. Menjawab kondisi tersebut, Lintasarta mengajak Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperkuat sistem keamanan digital melalui infrastruktur yang aman, terintegrasi, dan berdaulat.

Komitmen itu ditegaskan dalam CxO BPD Summit 2026 berlangsung selama dua hari Kamis-Jumat(6-7/8) di hotel Patma Semarang. Yang bertemakan “Satu Fondasi, Satu Kedaulatan: Infrastruktur Digital Bersama untuk BPD.”

Forum tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Lintasarta, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), dan BPD di Indonesia, termasuk Bank Jateng.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, mengatakan transformasi digital perbankan harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan siber dan kedaulatan data.

“Kedaulatan digital harus menjadi fondasi bersama. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendukung kepentingan nasional, dikelola oleh talenta Indonesia, dan berada dalam koridor hukum Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga:  655 Jamaah Haji di Batang Mulai Jalani Pengecekan Kesehatan

Menurut Armand, perkembangan layanan keuangan digital membuat kebutuhan terhadap keamanan siber semakin penting. Digitalisasi, cloud computing, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi pilar utama yang harus diperkuat BPD agar mampu memberikan layanan digital yang cepat sekaligus aman.

Melalui Lintasarta Intelligent Core, Lintasarta menghadirkan fondasi digital berbasis AI yang mengintegrasikan empat elemen utama, yakni konektivitas, cloud computing, keamanan siber, serta kolaborasi digital.

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, mengatakan perkembangan teknologi juga diikuti dengan meningkatnya kompleksitas ancaman siber.

“AI harus dimanfaatkan secara optimal, tetapi sistem keamanannya juga harus lebih pintar karena ancaman siber terus berkembang. Pada akhirnya seluruh layanan perbankan akan mengarah pada sistem yang serba online, dan kami siap mendukung proses transformasi tersebut,”jelasnya.

Ia menjelaskan, perlindungan keamanan siber tidak hanya berfokus pada satu titik, tetapi mencakup seluruh ekosistem perbankan digital, mulai dari jaringan, aplikasi, hingga layanan mobile banking dan internet banking.

Baca Juga:  BYD ATTO 1 Telah Hadir di Semarang, Solusi Aman dan Nyaman untuk Mobil Listrik

Lintasarta juga mengembangkan layanan sovereign cloud yang memastikan penguasaan dan pengelolaan data tetap berada di Indonesia, dengan dukungan sumber daya manusia serta perusahaan berbadan hukum Indonesia.

Selain penguatan teknologi, kolaborasi dengan ASBANDA juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia melalui program Laskar AI, pengembangan use case AI perbankan sesuai kebutuhan daerah, serta pembentukan Forum Transformasi Digital & AI sebagai ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD.

Baca Juga:  Jawa Tengah Capai 96,98 Persen Sasaran MBG, Jadi Motor Nasional Program Bergizi

Sekretaris Jenderal ASBANDA, H. Rokidi, menyebut keamanan digital dan peningkatan kapabilitas teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing BPD.

“BPD adalah orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi ini memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga pelaku usaha dan masyarakat di daerah,” ucapnya..

Data OJK per Maret 2026 mencatat industri BPD memiliki total aset sekitar Rp1.036 triliun dengan CAR 26,19 persen. Dengan fondasi tersebut, penguatan keamanan siber, transformasi digital, dan pemanfaatan AI menjadi langkah strategis agar BPD semakin tangguh menghadapi perubahan teknologi dan ancaman digital yang terus meningkat.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini