Bulog Salurkan 30 Kg Beras Sekaligus, Bantuan untuk Warga Demak Capai 5.962 Ton

Berita Rekomendasi


DEMAK
 – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mulai mendistribusikan bantuan pangan beras untuk masyarakat Kabupaten Demak. Penyaluran kali ini sekaligus mencakup kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Sebanyak 198.757 penerima bantuan pangan (PBP) tercatat mendapatkan bantuan tersebut. Total beras yang disiapkan mencapai 5.962 ton 710 kilogram.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pola penyaluran tiga bulan sekaligus membuat setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.

“Jadi bantuan ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan. Kalau setiap bulannya masyarakat menerima 10 kilogram, maka dalam penyaluran kali ini masing-masing PBP mendapatkan 30 kilogram beras,” jelas Rendy saat memantau pembagian bantuan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak.

Penyaluran telah dimulai sejak awal September dan ditargetkan seluruhnya rampung pada pekan ketiga bulan ini. Setelah itu, Bulog akan melakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masuk daftar penerima namun belum memperoleh bantuan.

Baca Juga:  Kejar Investasi dan Pertumbuhan, Ahmad Luthfi Tekankan Kepastian Hukum di Jateng

“Penyalurannya baru berjalan sejak awal September, tetapi sampai sekarang sudah sekitar 47 persen yang tersalurkan. Artinya hampir setengah dari total alokasi sudah dibagikan. Kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan pada pekan ketiga September,” ujarnya.

Menurut Rendy, waktu evaluasi setelah penyaluran juga diperlukan untuk mencermati administrasi serta menindaklanjuti apabila ditemukan penerima yang belum mendapatkan bantuan.

Dari sisi mutu, Bulog memastikan beras yang dibagikan telah memenuhi ketentuan kualitas beras medium. Standarnya mencakup butiran patah maksimal 25 persen, menir maksimal 2 persen, serta derajat sosoh 95 persen.

Baca Juga:  Ini Keuntungan Beli Apartemen Cordova Edupartment Lewat Bank Jateng Syariah, Bisa Dapat Harga dan Cicilan Khusus

Rendy juga menegaskan beras bantuan pangan berasal dari hasil pengadaan dalam negeri. Untuk Demak, pasokan yang digunakan sebagian besar berasal dari hasil produksi petani lokal.

“Kami mengutamakan beras hasil pengadaan dalam negeri. Khusus di Demak, sebagian besar beras yang disalurkan juga berasal dari petani Demak,” katanya.

Sementara itu, data penerima bantuan bersumber dari Kementerian Sosial. Bulog hanya menjalankan distribusi berdasarkan data dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Data penerima kami mengikuti yang ditetapkan Kemensos. Kalau ada yang perlu dilakukan penggantian, sudah tersedia mekanismenya, termasuk melalui data cadangan dan penyisiran desil 1 sampai 4,” terang Rendy.

Ia menambahkan, seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Jadi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sembarangan, karena seluruh proses sudah diatur dalam juknis dan mekanisme penyaluran,” imbuhnya.

Baca Juga:  57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara Mulai Produktif, Taj Yasin: Ini Wujud Ketahanan Pangan

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Annisah, turut melakukan pemantauan pembagian bantuan pangan di Desa Sayung. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta kualitas beras sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada penerima yang tepat. Selain persoalan ketepatan sasaran, kualitas beras juga menjadi bagian penting yang harus kami awasi,” ujar Hindun.

Legislator dari Dapil Demak, Kudus, dan Jepara itu bahkan melihat langsung kondisi beras yang diterima warga.

“Saya sudah melihat dan mengecek berasnya secara langsung. Kualitasnya bagus, masih segar, rasanya juga enak, dan tidak ada bau apek,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini