SEMARANG — Kompetisi sepak bola musim 2026/2027 mulai bergulir. Manajemen klub dan koordinator suporter sepak bola Jawa Tengah menyatakan komitmennya dalam menjaga kondusifitas, aman dan tertib dalam memberikan dukungan terhadap klubnya.
Komitmen itu diwujudkan saat secara resmi menandatangani komitmen bersama dalam rangka mendukung kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/2027.
Penandatanganan berlangsung di Semarang, Selasa, 15 September 2026, disaksikan langsung oleh jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Klub dan Suporter yang Bertanda Tangan
Manajemen klub diantaranya Persijap Jepara, Java United, PSIS Semarang, Persis Solo, Persiku Kudus, Kendal Tornado, PSBS Biak.
Koordinator suporter meliputi Jetman (Persijap), Banaspati (Persijap), GHS (Persijap), Panser Biru (PSIS), Snex (PSIS), Pasoepati (Persis), SMM (Persiku), Southgate (Persiku), KC (Persiku), Gate B2 (Persiku), Tornadomania, GK 1923, Suarakartans, B8, Ultras, dan MTB.
Ada tujuh poin yang disepakati bersama diantaranya, Menjujung tinggi sportivitas, menciptakan suasana aman dan damai baik di dalam maupun luar stadion, menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, rasisme, dan ujaran kebencian, mematuhi regulasi dan menaati aturan dari penyelenggara atau panitia pelaksana, menjadi tuan rumah atau tamu yang baik dan saling menghormati antar komunitas, mendukung klub secara sehat dan siap menerima sanksi jika melanggar komitmen perdamaian, mennjaga situasi Jawa Tengah yang aman dan kondusif.

Ketua Panser Biru, Kepareng, menyatakan bahwa kehadiran suporter di laga tandang kini sudah diperbolehkan. Ia menegaskan pihaknya mengikuti arahan dan instruksi kepolisian. “Seperti arahan dan instruksi dari kepolisian ya. Karena sekarang kan sudah diperbolehkan kita mendukung away, makanya kita ikuti saja apa instruksi dari kepolisian,” ujarnya.
Terkait koordinasi internal suporter, Kepareng menjelaskan bahwa Panser Biru sudah memiliki struktur yang jelas. “Kalau di Panser Biru sendiri kita kan sudah ada strukturnya ya. Jadi dari DPP itu koordinasi dengan korwil-korwil, korwil-korwil itu nanti dengan ke anggota grassroots. Jadi kalau dari kita yang penting DPP-nya sudah ada sosialisasi kayak gini ke bawahnya, tentu akan ikut juga, akan patuh dengan regulasi dan instruksi dari kepolisian,” jelasnya.
Ia memastikan komitmen tersebut berlaku untuk laga kandang maupun tandang. “Semua, iya. Kalau di tuan rumah kita sudah komitmen dukung total PSIS. Makanya pertandingan pertama kita tiket Panser Biru sold out, selatan sama timur. Untuk yang away kita juga ngikut dari kepolisian sama tuan rumahnya,” katanya.

Untuk laga tandang ke Padang, Kepareng menyebut pihaknya mendapat kuota 3.000 lembar tiket. “Ya kita ikut berusaha untuk memenuhi kuotanya itu,” tegasnya. Selain Padang, Panser Biru juga berencana hadir di Kudus, Bantul, dan Bekasi. “Pokoknya kita karena udah enggak ada larangan away, kita insyaallah maksimalkan semua laga untuk mendukung PSIS, baik kandang maupun tandang,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau seluruh anggota Panser Biru menjaga ketertiban. “Nonton bola ya nonton bola, tapi jangan membawa benda-benda yang dilarang panitia pelaksana maupun pihak kepolisian,” ujarnya.
Ketua Umum Jetman (Jepara Tifosi Mania), Abdurrahman, menyatakan pihaknya siap menjaga kondusivitas kompetisi. Ia menyebut Jetman memiliki sekitar 5.000 anggota.
Ada tindak lanjut kita yang kemarin juga kita di Bali, kita memfasilitasi dari Jepara, kita juga ada komitmen untuk suporter unggulan ke depan. Apalagi ini kan ada Liga 2, teman-teman itu kan satu provinsi, ada beberapa tim rumah kan sama,” terangnya.
Menurutnya, untuk Liga 1, situasi di wilayah Jawa Tengah relatif aman. “Kalau kita Liga 1 lumayan aman kalau di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Tentang kesiapan menjaga kondusivitas, Abdurrahman menjawab tegas: “Siap, siap. Komitmen kita siap tentang keamanan.”
“Yang kita harapkan bersama ke depan bagaimana sepak bola menjadi pemersatu ya. Jangan sampai menjadi suatu permusuhan karena potensi olahraga sepak bola ini luar biasa,” tandasnya. (***)


