Yogyakarta,Seputarjateng.id – Konsep bangunan hijau perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan secara menyeluruh.
Kolaborasi antara industri bahan bangunan, perencana, pengembang, pemerintah, akademisi hingga masyarakat dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.
Hal tersebut terungkap dalam Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Yogyakarta Chapter yang digelar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Green Building Council Indonesia (GBCI),Senin(14/9) di Universitas Atma Jaya Yogyakarta .
Ketua GBCI Yogyakarta, Daud Tjondrorahardja, mengatakan penerapan prinsip bangunan hijau tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh pihak dalam ekosistem pembangunan perlu terlibat agar manfaat lingkungan dan ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Keterlibatan industri bahan bangunan, perencana, pengembang, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat menjadi penting agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara lebih luas,” ujar Daud.
Mengusung tema “Living Net Zero”, forum tersebut membahas berbagai pendekatan untuk mewujudkan bangunan yang lebih ramah lingkungan, mulai dari kebijakan, desain, performa bangunan hingga pemilihan material.

Product Advocacy Specialist SIG, Arief Sutanto, menambahkan bahwa inovasi material juga menjadi bagian penting dalam mendorong konstruksi rendah karbon.
“Kolaborasi dan inovasi menjadi sangat penting dalam mendorong transformasi sektor konstruksi menuju pembangunan yang lebih rendah karbon,” katanya.
Solusi Bangun Indonesia terus mengembangkan produk dan solusi rendah karbon, termasuk melalui efisiensi energi, pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, serta energi terbarukan. Perusahaan juga memiliki solusi konstruksi seperti ThruCrete, beton berpori yang membantu mengurangi genangan, dan SpeedCrete, beton cepat kering untuk mendukung percepatan perbaikan jalan.

Di Yogyakarta, Solusi Bangun Indonesia turut mendukung pembangunan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang telah tersertifikasi Bangunan Gedung Hijau dari GBCI. Sejumlah gedung lain di UGM juga telah menerapkan prinsip GREENSHIP.
“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2060,” Demikian Arief.(AK)


