Semarang,Seputarjateng.id – Tren penggunaan kendaraan listrik di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan yang cukup menggaerahkan. Ini terbukti , hingga saat ini lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah telah mempercayakan mobilitasnya menggunakan kendaraan BYD.
Hal ini diungkapkan
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Luther T Panjaitan pada konferensi pers BYD pada ajang GIIAS The Series Semarang 2026 yang berlangsung di Muladi Dome Universitas Diponegoro (UNDIP), Rabu (30/9/2026). Sementara GIIAS Semarang digelar selama lima hari dan berakhir 4 Oktober 2026.
Ia menyebutkan Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang mencatat perkembangan positif dalam adopsi kendaraan elektrifikasi.
“Secara total, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah sudah mempercayakan mobilitasnya bersama BYD,” ucap Luther bangga..
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat Jawa Tengah terhadap kendaraan energi baru. Pertumbuhan tersebut juga menjadi bagian dari percepatan transisi kendaraan berbasis bahan bakar fosil menuju kendaraan elektrifikasi.
Luther menjelaskan sekarang ini jaringan BYD telah hadir di lebih dari 110 titik di Indonesia. Khusus Jawa Tengah dan Yogyakarta, terdapat tujuh lokasi yang telah beroperasi dan direncanakan terus bertambah.

Ia mengakui perjalanan elektrifikasi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama ketersediaan infrastruktur pengisian daya di luar kota-kota besar. Karena itu, BYD juga menghadirkan pilihan kendaraan dengan teknologi plug-in hybrid, salah satunya BYD M6 DM-i.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik sekaligus tetap memiliki mesin berbahan bakar bensin.
Konsep ini ditawarkan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pengisian daya dalam perjalanan.

Selain memperluas pasar kendaraan elektrifikasi, BYD juga tengah memperkuat komitmen produksi lokal. Fasilitas produksi BYD di Indonesia disebut memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun, dengan tingkat kandungan lokal sejumlah model telah berada di atas 40 persen.
Dengan semakin banyaknya keluarga yang menggunakan kendaraan BYD, perusahaan melihat Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah penting dalam pertumbuhan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.(AK)


