35 Calon Komisioner KI Jateng Ikuti Psikotes, Timsel Bidik Kandidat Berkualitas

Berita Rekomendasi


SEMARANG
– Seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Jawa Tengah periode 2027–2031 memasuki tahap psikotes. Pemprov Jateng yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, kerjasama Undip Semarang melakukan tahapan psikotes.

Sebanyak 35 calon mengikuti psikotes di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (22/10/2026). Tes tersebut bertujuan memetakan potensi, kompetensi, dan gaya kepemimpinan para calon.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) KI Jateng Dhoni Widianto mengatakan, tahapan psikotes dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Komisi Informasi Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan Anggota Komisi Informasi. Hasil tes psikologi akan menjadi salah satu bahan pertimbangan tim seleksi, dalam tahap wawancara pada 28–29 Oktober 2026.

Baca Juga:  Miliki Aset Rp131 Miliar, SHU Koperasi Bhakti Praja Jateng Capai Rp7 Miliar 

Menurutnya, psikotes bukan merupakan tahapan yang menggugurkan calon. Namun, hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik dan potensi kepemimpinan masing-masing calon komisioner.

“Kalau nanti terpilih, lima orang anggota komisioner KI putusannya kolektif-kolegial. Di situ dibutuhkan kerja sama yang baik antara satu dengan yang lain,” ujarnya, saat memberikan sambutan.

Dhoni menambahkan, tim seleksi serius menjalankan setiap tahapan, untuk menghasilkan calon komisioner yang berkualitas. Karena itu, tim seleksi menggandeng lembaga profesional, Jasa Psikologi (JAPSI) Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip), dalam penyelenggaraan psikotes.

“Tantangan bagi komisioner KI yang terpilih adalah, bagaimana menjadikan badan publik lebih transparan dan akuntabel dalam tata kelola informasi publik, sesuai dengan undang-undang keterbukaan informasi publik,” tegasnya.

Baca Juga:  Aplikasi Si Dia Baik Diluncurkan, Bakkris Jateng Kelola Dana Amal Lebih Transparan

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Psikologi Undip, Kartika Sari Dewi mengatakan, para calon komisioner mengikuti dua rangkaian kegiatan, yakni psikotes dan dinamika kelompok.

“Psikotes ini dapat memperlihatkan profil, potensi, dan kompetensi serta aspek positif dari peserta. Hasilnya, akan menjadi bahan pertimbangan bagi tim seleksi dalam memilih calon anggota Komisi Informasi,” pungkas Kartika.*

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini