Angka Kecelakaan di Jateng Naik 28 Persen, Operasi Patuh Candi 2026 Sasar Pelanggaran Berbahaya

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Lonjakan kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah menjadi perhatian Polda Jateng. Melalui Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar mulai 26 Oktober hingga 8 November, polisi memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal, mulai dari melawan arus hingga menerobos lampu merah. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan disiplin pengendara sekaligus melindungi keselamatan pengguna jalan.

Hal itu disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan dalam amanatnya disampaikan Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian pada Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2016 di Lapangan Apel Mapolda Jateng, Senin (26/10/2026),.

Kapolda Jateng menyebutkan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 6.935 kejadian. Jumlah tersebut meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kondisi itu mendorong kepolisian meningkatkan upaya pencegahan dan penegakan hukum, terutama terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Warga Semarang Tidak Kekurangan LPG 3 Kg

Sasaran prioritas operasi meliputi pengendara yang melawan arus, menerobos lampu lalu lintas, tidak menggunakan helm, serta berbagai pelanggaran lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

“Fokus kita adalah pelanggaran lalu lintas yang menyebabkan fatalitas korban kecelakaan yang berat. Kita memang mengedepankan penegakan hukum, tetapi dengan cara yang lebih persuasif,” jelas Aldian.

Penindakan dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) maupun tilang manual secara selektif dengan mempertimbangkan tingkat risiko pelanggaran. Personel di lapangan juga berada dalam pengawasan pengamanan internal dan perwira pengendali untuk memastikan operasi berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Aldian, Operasi Patuh Candi bukan bertujuan memperbanyak penindakan, melainkan membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Baca Juga:  Pejabat Netral dan Pemilih Cerdas dalam Pilkada akan Lahirkan Pemimpin Amanah

Ia menyebutkan keberhasilan operasi diukur dari meningkatnya kesadaran kepatuhan dan keselamatan, bukan dari banyaknya penindakan.

Selain pengendara kendaraan pribadi, polisi juga memberikan perhatian terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya truk yang melintas di jalan tol. Kondisi lampu belakang yang tidak memadai, terutama pada malam hari, serta truk yang melaju lambat di lajur kanan menjadi perhatian karena berpotensi memicu kecelakaan tabrak belakang dengan dampak fatal.

Penertiban kendaraan yang melanggar ketentuan over dimension over loading (ODOL) juga tetap dilakukan sesuai aturan dan prioritas keselamatan.

Aldian menjelaskan, Jawa Tengah merupakan jalur utama penghubung transportasi di Pulau Jawa. Karena itu, kepatuhan pengemudi kendaraan angkutan barang menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Baca Juga:  BKD Rembang Persilakan Masyarakat Laporkan Kecurangan Seleksi PPPK

Meski penegakan hukum menjadi bagian dari operasi, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Pelanggaran administratif yang tidak secara langsung membahayakan keselamatan dapat ditangani secara persuasif sesuai situasi di lapangan. Sementara itu, pelanggaran berisiko tinggi tetap menjadi prioritas penindakan.

Ia menegaskan, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari hasil penindakan selama 14 hari, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat setelah operasi berakhir.

“Kita harapkan bukan hanya hasilnya, tetapi juga efek setelah operasi selesai. Ini menjadi kesadaran bagi pengguna jalan, baik di jalan tol maupun di jalan lainnya,” ungkapnya.

Operasi Patuh Candi 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan kepolisian menjelang Operasi Lilin untuk pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Peningkatan disiplin berlalu lintas diharapkan dapat mendukung perjalanan masyarakat yang lebih aman selama libur akhir tahun.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini