Dari Medali Emas SEA Games ke Bisnis Sepatu Roda, Erlangga Ardianz Tumbuh Bersama JNE

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id-
Semangat mantan atlet sepatu roda nasional peraih medali emas SEA Games 2011, Erlangga Ardianz Wibowo terus bergelora. Di usianya 36 tahun, ia terus melaju membawa semangat olahraga sebagai pelatih sekaligus membangun usaha perlengkapan sepatu roda Ardianz dari rumahnya di kawasan Jalan Taman Semeru I No 33 Semarang.

Di balik berkembang usahanya tersebut, menurut sarjana teknik industri Undip yang ditemui,Rabu(13/5,2026) ada peran penting layanan pengiriman dari JNE yang membantu distribusi produk Ardianz hingga ke berbagai pelosok Indonesia.

Erlangga,ayah dua putri mengaku membangun usaha sepatu roda bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga membantu atlet muda mendapatkan perlengkapan berkualitas dengan harga terjangkau. Berbekal pengalaman sebagai atlet nasional, ia memulai usaha dari reparasi sepatu roda hingga akhirnya menciptakan brand Ardianz pada 2012.

Baca Juga:  SHOKZ DIbuka Di Semarang,, Pelari Butuh Perangkat Audio Yang Aman Dan Nyaman

Kini Ardianz berkembang dari usaha kecil rumahan menjadi brand yang digunakan banyak atlet muda. Bahkan menurut Erlangga, sebagian besar atlet anak-anak di Indonesia pernah menggunakan produknya. Harga satu pasang sepatu roda Ardianz berkualitas terbilang murah berkisar Rp650 ribu hingga Rp750 ribu. Pesanan datang dari berbagai wilayah seperti Papua, Sumatera, hingga Nusa Tenggara Barat.

Meski bisnisnya terus tumbuh, ia tetap aktif melatih atlet dan membuka ruang pembinaan di lapangan maupun di rumahnya sendiri. Baginya, olahraga tetap menjadi tujuan utama.
“Anak-anak sekarang butuh kegiatan positif. Sepatu roda bisa jadi tempat mereka berkembang dan berprestasi,” tuturnya.

Sebelum usaha berkembang, Erlangga mengaku membangun usaha dari nol bukan perkara mudah. Erlangga bahkan pernah tertipu saat pertama kali impor barang kelengkapan pembuatan sepatu roda dari China menggunakan uang bonus SEA Games miliknya. Meski begitu, ia tetap bertahan.

Seiring berkembang usaha sepatu roda Ardianz, tantangan baru muncul. Bagaimana mengirim produk ke atlet dan pelanggan di berbagai daerah Indonesia dengan aman dan cepat.

Baca Juga:  Percepat Implementasi, Satgas MBG Pusat Akan Berkantor di Jawa Tengah

Di titik itulah peran jasa pengiriman barang JNE menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya.

Menurut Erlangga, bisnis perlengkapan olahraga sangat bergantung pada ketepatan distribusi, terutama karena banyak pembeli berasal dari luar kota hingga luar pulau. Produk sepatu roda harus sampai dalam kondisi baik agar bisa langsung digunakan latihan maupun bertanding.

“Kami kirim sampai Papua, Sumatera, NTB, dan daerah-daerah lain. Kalau pengiriman aman dan cepat, pelanggan juga senang,” ucapnya..

Baca Juga:  Wagub Jateng: Siapa Pun yang Menghafal Quran di Jateng Pasti Dapat Bisyarah

Ia mengaku sudah lama menggunakan layanan JNE karena dinilai memudahkan proses pengiriman, terutama saat volume pesanan meningkat melalui marketplace.

Pengalaman yang paling diingatnya justru berasal dari hal-hal sederhana. Saat dirinya belum memahami standar packing pengiriman, petugas JNE disebut sering membantu membungkus paket agar lebih aman.

“Dulu saya belum terlalu paham packing. Di JNE dibantu wrapping dan dibantu packing juga, jadi sangat membantu usaha kecil seperti kami,” ungkap Erlangga sambil menyinggung banyak kemudahan diperoleh dari JNE,termasuk jasa pembayaran paket perbulan .

Bagi Erlangga, jasa pengiriman bukan sekadar urusan logistik. Kehadiran kurir dan layanan pengiriman ikut menjadi penghubung antara mimpinya membangun olahraga sepatu roda dengan para atlet muda di seluruh Indonesia. (All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini