Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Diversifikasi Tanaman dan Agroindustri

Berita Rekomendasi

Seputarjateng.id – Petani di Jawa Tengah masih sering menghadapi masalah klasik: produksi tinggi tetapi nilai jual rendah. Ketergantungan pada tanaman pangan monokultur membuat pendapatan mereka rentan terhadap fluktuasi harga pasar. Kondisi ini mendorong perlunya terobosan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mendorong percepatan diversifikasi tanaman dan pengembangan agroindustri sebagai strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, petani tidak boleh hanya berhenti sebagai produsen bahan mentah, melainkan harus naik kelas menjadi pelaku yang memperoleh nilai tambah lebih besar.

“Kita harus berani menggeser pola pikir dari sekadar menanam untuk panen, menjadi menanam untuk nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.

Baca Juga:  OPD Cilacap Didorong Optimalkan Berbagai Kanal Media

“Diversifikasi tanaman dan pengolahan agroindustri adalah jalan yang paling realistis untuk meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Heri menyoroti bahwa Jawa Tengah memiliki keunggulan komparatif yang sangat beragam. Mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga potensi olahan produk turunan.

Namun, lanjut Heri, potensi tersebut belum tergarap optimal karena masih dominannya pola tanam tradisional dan minimnya industri pengolahan di tingkat desa dan kabupaten.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif memfasilitasi petani dalam melakukan diversifikasi, seperti mengembangkan tanaman bernilai tinggi (kopi, kakao, jahe, kunyit, buah-buahan unggul, serta tanaman herbal), sekaligus membangun unit-unit usaha pengolahan kecil di pedesaan.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Siagakan Bantuan, Sekda: Hubungi 112 Saat Darurat

Menurut Heri, keberadaan agroindustri di tingkat lokal akan menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan meningkatkan daya saing produk Jawa Tengah di pasar regional maupun nasional.

“Ketika petani terlibat langsung dalam pengolahan, mereka tidak lagi hanya menjual gabah atau sayur mentah dengan harga murah, tetapi bisa menjual beras kemasan, keripik, teh herbal, atau minuman fungsional dengan nilai yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:  Terungkap, Sindikat Penipuan Internasional Bermodus Asmara dan Investasi Gunakan AI untuk Kelabui Korban

Dalam hal ini, Heri juga menekankan pentingnya pendekatan holistik. Diversifikasi tanaman harus dibarengi dengan penyediaan bibit unggul, teknologi budidaya yang tepat, akses permodalan yang mudah, serta pelatihan manajemen usaha bagi kelompok tani.

Ia juga mengingatkan agar program ini dirancang dengan memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal setiap wilayah agar tidak membebani petani.

“Program seperti ini bisa menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi pedesaan,” jelasnya.

“Meningkatkan nilai tambah petani bukan sekadar soal ekonomi, melainkan juga tentang menjaga martabat dan kedaulatan petani sebagai tulang punggung bangsa,” pungkasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini