Optimalkan Potensi Daerah, Waka DPRD Jateng Usul Program One Village One Product

Berita Rekomendasi

Seputarjateng.id – Berbagai desa di Jawa Tengah memiliki potensi unggulan yang sangat beragam, namun belum banyak yang mampu mengembangkannya secara optimal menjadi kekuatan ekonomi. Banyak produk lokal yang bernilai tinggi justru belum dikenal luas karena kurangnya strategi pengembangan yang terfokus dan terintegrasi.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menggulirkan program One Village One Product (OVOP). 

Melalui program ini, setiap desa didorong untuk mengidentifikasi dan mengembangkan satu produk unggulan yang khas, baik berbasis pertanian, kerajinan, kuliner, maupun wisata.

“Kita harus membantu desa untuk tidak sekadar bertahan, tetapi benar-benar berkembang dengan mengandalkan keunggulan yang dimilikinya. One Village One Product adalah pendekatan yang tepat untuk membangun spesialisasi desa sehingga produknya bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Heri.

Baca Juga:  BRI Pattimura Semarang Salurkan Kado Anak Yatim dan Bingkisan Ramadan Bersama YBM BRI

Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi desa-desa di Jawa Tengah yang kaya akan keragaman sumber daya alam dan budaya.

Saat ini, katanya, beberapa desa sudah memiliki produk andalan seperti keripik singkong, gula semut, batik tulis, olahan herbal, ataupun produk kerajinan, namun produksinya masih bersifat sporadis dan pemasarannya terbatas.

Dengan pendekatan OVOP, kata Heri, desa dapat difasilitasi mulai dari peningkatan kualitas produk, desain kemasan, sertifikasi, hingga pemasaran digital.

Baca Juga:  Mega Ramadan Sale Blibli Tawarkan Diskon hingga Rp1,2 Juta dan Buy 1 Get 1, Belanja Lebaran Lebih Tenang

Heri juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat desa.

Ia mendorong agar pemerintah tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga pendampingan teknis, pelatihan manajemen usaha, serta akses permodalan yang lebih mudah bagi kelompok usaha desa.

“Yang terpenting adalah membangun rasa memiliki dan kebanggaan terhadap produk lokal. Ketika masyarakat desa merasa produknya benar-benar unggulan, mereka akan menjaga kualitas dan terus berinovasi,” katanya.

Ia juga melihat peluang besar integrasi antara program OVOP dengan pengembangan wisata desa dan pemberdayaan koperasi. Misalnya, desa yang unggul di produk olahan makanan dapat dikembangkan menjadi desa wisata kuliner, sehingga menciptakan multiplier effect terhadap pendapatan masyarakat.

Baca Juga:  Pariwisata dan Ekonomi Syariah Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi Jateng 2027

Heri meyakini bahwa jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan, One Village One Product dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam memperkuat ekonomi pedesaan dan mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.

“Pemberdayaan desa bukan sekadar soal ekonomi semata, melainkan juga tentang menjaga kedaulatan pangan, melestarikan kearifan lokal, serta membangun kemandirian yang berbasis gotong royong,” jelasnya.

“Pendekatan ini juga mencerminkan cara membangun yang bijaksana dan berkeadilan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini