BYD Tak Sekadar Jual Mobil, Keandalan Purna Jual Jadi Modal Rebut Hati Konsumen

Berita Rekomendasi

Jakarta,Seputarjateng.id – Persaingan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia kini tak lagi hanya soal teknologi dan jarak tempuh.
Layanan purna jual menjadi salah satu pertimbangan utama calon konsumen sebelum memutuskan membeli mobil.

Membaca tren tersebut, PT BYD Motor Indonesia mengedepankan keandalan ekosistem aftersales sebagai nilai tambah melalui tema
“Own with Confidence” di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Bagi BYD, pengalaman memiliki kendaraan dimulai sejak konsumen memilih mobil hingga bertahun-tahun setelah digunakan.
Oleh karena itu,perusahaan tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat jaringan dealer dan bengkel, layanan servis, serta kesiapan teknisi bersertifikat agar pelanggan merasa tenang selama masa kepemilikan.

Baca Juga:  Gus Yasin Pastikan Pengungsi Banjir Pekalongan Terlayani dengan Layak

“Di BYD, kami percaya pengalaman kepemilikan kendaraan dimulai jauh sebelum pelanggan berkendara untuk pertama kalinya dan terus berlanjut sepanjang masa kepemilikan. Inovasi bagi kami juga berarti memastikan setiap pelanggan didukung layanan yang andal, ekosistem yang terintegrasi, serta jaringan yang terus berkembang,” ungkap President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, Selasa(4/8,2026).

Keandalan layanan tersebut diperkuat dengan teknologi Dual Mode (DM) yang menggabungkan mesin hybrid berteknologi tinggi, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery. Kombinasi ini tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar dan performa, tetapi juga berkontribusi pada biaya kepemilikan yang lebih rendah.

Baca Juga:  Operasi Keselamatan Candi 2025 Berhasil Tekan Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Di Jateng

BYD mengklaim, berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, BYD M6 DM mampu menekan biaya perawatan hingga sekitar 30 persen dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama. Interval servis juga dibuat lebih panjang, yakni satu kali dalam setahun, setiap 20.000 kilometer, atau setiap 10.000 kilometer penggunaan dalam mode hybrid, mana yang lebih dulu tercapai.

Menurut BYD, pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan energi baru. Di tengah meningkatnya adopsi mobil listrik dan hybrid di Indonesia, perusahaan menilai layanan purna jual yang mudah diakses, biaya perawatan yang kompetitif, dan dukungan teknis yang memadai menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Baca Juga:  65 Anak Asuh di Jepara Dapat Bantuan dari LGNOTA

Melalui strategi itu, BYD ingin menunjukkan bahwa nilai sebuah kendaraan tidak berhenti pada teknologi yang dibawanya, tetapi juga pada kepastian layanan yang diterima pelanggan sepanjang masa penggunaan. Filosofi “Own with Confidence” pun menjadi penegasan bahwa pengalaman kepemilikan kendaraan harus sama nyamannya dengan pengalaman mengendarainya.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini