SEMARANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tahun ini tidak hanya diisi dengan lantunan sholawat dan tausiah. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat Jawa Tengah menjaga persatuan, kerukunan dan toleransi.
Rangkaian Haflah Maulidur Rasul digelar selama 12 hari, mulai 1 hingga 12 Rabiul Awal. Kegiatan ini digelar Pimpinan Wilayah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah bersama Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA Jateng).
Puncak kegiatan pada 12 Rabiul Awal menghadirkan Grup Rebana Az Zahir pimpinan Habib Bidin dari Pekalongan. Selain itu, tausiah disampaikan Habib Umar Muthohar.
Sekretaris Umum MAJT, KH Muhyiddin, mengatakan puncak peringatan Maulid tahun ini diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu hingga 15 ribu jamaah.
“Mayoritas pesertanya Zahir Mania dan masyarakat umum. Ini tanda bahwa kita cinta Rasul,” ujar KH Muhyiddin, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, peringatan Maulid menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus membiasakan masyarakat memperbanyak sholawat.

Ia menyebut tradisi bersholawat saat ini semakin berkembang. Bahkan, kebiasaan tersebut telah tumbuh di berbagai kampung dan lingkungan masyarakat.
“Harapannya masyarakat, khususnya pecinta sholawat, terus mencintai dan membiasakan sholawat,” katanya.
Serukan Jaga Persatuan

Di sisi lain, PRIMA DMI Jawa Tengah dan RISMA Jateng menyampaikan pernyataan sikap untuk menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ajakan agar masyarakat tidak terjebak dalam intoleransi maupun tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.
Ada empat poin utama yang disampaikan.
Pertama, menolak segala bentuk intoleransi dan tindakan yang dapat memecah belah persatuan, baik berdasarkan agama, suku, kelompok maupun latar belakang sosial.
Kedua, menghormati kebebasan berpendapat dan kebebasan pers dengan tetap mengedepankan etika, verifikasi informasi serta penghormatan terhadap hak dan martabat orang lain.
Ketiga, mendorong dialog dan rekonsiliasi ketika terjadi perbedaan maupun perselisihan. Penyelesaian persoalan diharapkan dilakukan dengan saling menghormati, mendengar dan mencari titik temu.
Keempat, mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah menjaga kerukunan umat beragama, persatuan bangsa serta menciptakan Jawa Tengah yang aman, damai dan kondusif.
“Jaga persatuan, stop perpecahan,” menjadi seruan dalam pernyataan sikap tersebut.
Terinspirasi Keteladanan Nabi Muhammad
Ketua PRIMA DMI Jawa Tengah, Nanang Aji Saputro, mengatakan pernyataan sikap tersebut memiliki arti penting karena disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Nanang, Maulid menjadi kesempatan untuk kembali mengingat dan meneladani nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah, khususnya mengenai perdamaian, persaudaraan dan toleransi.
“Ini menjadi momentum yang baik bahwasanya kalau kita mau mencontoh apa yang menjadi teladan bagi kita semua, yaitu Nabi Muhammad SAW yang setiap hari mengedepankan nilai perdamaian dan mengembangkan nilai-nilai toleransi yang baik,” ujar Nanang.
Sementara itu, Ketua MUI Jateng Prof Dr KH Noor Achmad turut mendoakan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga dimudahkan semua pekerjaan kita, dikabulkan semua hajat-hajat kita dan dihilangkan semua bala yang akan menimpa kita,” katanya.
Ketua Umum RISMA MAJT, Heri Susanto, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Haflah Maulidur Rasul 2026.
Apresiasi disampaikan kepada Polda Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, para sponsor, panitia serta seluruh jamaah yang hadir.
Heri berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara rutin dan semakin berkembang sebagai bagian dari syiar Islam.
“Semoga kita semua mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Harapan saya ke depan kegiatan ini selalu ada dan berkelanjutan, semakin meriah, semakin maju untuk dakwah Islam,” pungkasnya.
Melalui rangkaian Haflah Maulidur Rasul tersebut, PRIMA DMI Jawa Tengah dan RISMA Jateng berharap semangat kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti pada perayaan Maulid, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan masyarakat Jawa Tengah.***


