Santoso: Wajah Baru Pasar Elektronik ‘Dulu Berebut Stok, Kini Berebut Konsumen’

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id — Wajah industri elektronik berubah. Jika puluhan tahun lalu,lebih lebih semasa TV hitam putih pelaku usaha sibuk berebut stok karena permintaan jauh lebih besar daripada ketersediaan barang, kini persaingan justru bergeser pada bagaimana merebut konsumen.

Hal itu disampaikan Direktur Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, saat re-opening showroom Atlanta Elektronik di Jalan MT Haryono, Semarang, Jumat (28/8/2026).Acara tersebut dihadiri belasan perwakilan vendor. Mereka CEO PT Akari Indonesia Kenny Kwe, CEO PT Kreasi Arduo Indonesia (Artugo) Robert Widjaja, Sales Director PT Haier Sales Indonesia (Aqua) Duan Shengbao, CEO PT Changhong Meiling Electric Indonesia Vaclav Lian didampingi Branch Manager Ega, General Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia Alexander Eko Wibowo, Sales Director PT LG Electronics Indonesia Erwan Zheng, Sales Head PT Midea Planet Indonesia Ighvar Rabbighfirly, Regional Manager PT Modena Indonesia Yappar M. Darmawan, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia Siswo Handoyo, Direktur PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Tekno Wibowo, Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia Praryadi Slamet, Senior GM National Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo, CMS1 Sales Head PT Sony Indonesia Tomu Nakagawa-san, serta Product Manager TV PT Yongwang Electronics Indonesia (TCL) William.

Baca Juga:  IJOLKE 2026: Belanja, Kuliner, hingga Parkir Bisa Berbuah Hadiah Mewah di Semarang

Lebih lanjut dikatakan Santoso, produk elektronik kini semakin beragam, konsumen memiliki banyak pilihan, sementara perubahan harga dan teknologi berlangsung cepat. Kondisi ini membuat stok dalam jumlah besar tidak lagi menjadi jaminan keberhasilan bisnis.

“Dulu permintaan lebih besar daripada persediaan. Siapa yang bisa mengambil barang banyak, dia menjadi pemenang. Sekarang tidak bisa seperti itu karena permintaannya sudah berbeda,” ujar Santoso.

Perubahan tersebut mendorong Atlanta Elektronik memperkuat bisnis ritel. Setelah lama fokus pada distribusi dan grosir, perusahaan kini kembali mengembangkan jaringan toko untuk lebih dekat dengan konsumen.
Santoso menyebutkan , toko fisik tetap memiliki keunggulan meski perdagangan daring terus berkembang. Konsumen tidak hanya mencari harga kompetitif, tetapi juga ingin melihat produk, berkonsultasi, serta mendapatkan kepastian layanan purnajual.

Baca Juga:  Kafilah MTQ Korpri Jateng Dilepas, Gus Yasin Tekankan Adab dan Penghayatan Al-Qur’an

“Orang datang ke toko itu mencari barang, mencari harga yang bersaing, tetapi juga mencari tanggung jawab. Kalau barang rusak, siapa yang akan membantu?” tuturnya.
.
Karena itu, Atlanta Elektronik menempatkan pelayanan sebagai bagian penting dari strategi bisnis.
“Kami tidak hanya menjual barang. Kalau ada masalah setelah pembelian, kami tetap membantu. Dari situ kepercayaan konsumen terbentuk,” tambahnya.

Tantangan Makin Besar
Perubahan pasar juga diakui para produsen elektronik. Direktur PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), Tekno Wibowo, menyebut penguatan ritel sebagai langkah penting untuk mendekatkan produsen dengan konsumen.

Baca Juga:  Wagub Jateng Tekankan Peran Strategis Inspektorat dalam Kawal Efisiensi Anggaran

Sementara Senior GM National Sales & Marketing Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, menilai pelaku industri kini menghadapi tantangan lebih kompleks, mulai kenaikan harga, keterbatasan stok hingga perubahan regulasi, termasuk penerapan SNI.

“Bisnis sekarang tidak seperti 30 tahun yang lalu. Tantangannya lebih besar. Bagaimana kita bisa survive? Caranya dengan beradaptasi dengan lingkungan,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), juga akan mengubah produk dan pola belanja konsumen.

Bagi Atlanta Elektronik, perubahan tersebut menjadi momentum untuk beralih dari sekadar menjual barang menjadi membangun hubungan dan kepercayaan dengan konsumen.

“Kami mengikuti tren dan harga yang bersaing. Kondisi yang tidak stabil kami coba netralkan dengan pelayanan yang stabil. Kami beri bukti, bukan janji,” demikian Santoso.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini