Hard Enduro di Kendal Ramai, Homestay dan Pedagang Raup Berkah

Berita Rekomendasi


KENDAL
– Gelaran Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro #1 tidak hanya menjadi tempat uji nyali bagi para rider, acara yang yang diselenggarakan di Argon Enduro Park, Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal pada Minggu, 11 Oktober 2026 itu juga turut menggerakkan roda ekonomi warga.

Sebab, sektor pariwisata, penginapan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Kendal ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan dan penonton.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Optimisme Pertamina JBT Menyongsong Ramadan dan Idul Fitri 2025 Setelah Sukses Pada Nataru 2024/2025

“Inilah bentuk solidaritas kebersamaan antara masyarakat,” kata Luthfi, yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Ia mengatakan, kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan warga.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dan penanaman pohon. Keduanya menjadi bagian dari kepedulian sosial dan lingkungan yang menyertai penyelenggaraan kompetisi otomotif tersebut.

Ketua Pelaksana, Arif Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendukung pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Lewat RAPID, KAI Daop 4 Semarang Wujudkan Pengadaan yang Akuntabel dan Efisien

Menurutnya, karakter alam Kendal dengan lintasan yang menantang memiliki daya tarik bagi komunitas otomotif. Kehadiran peserta beserta keluarga dan penonton juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, penginapan, kuliner, hingga perdagangan masyarakat.

“Alhamdulillah, homestay-homestay di sini pada laris semuanya,” kata Arif.

Ia menyebut sejumlah pedagang makanan di sekitar lokasi juga ikut merasakan ramainya kegiatan. Panitia secara khusus melibatkan pelaku UMKM lokal dengan menyediakan ruang berjualan selama kompetisi berlangsung.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan event ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Arif berharap kompetisi tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan. Selain menjadi wadah pembinaan atlet enduro, kegiatan ini diharapkan semakin memperkenalkan potensi wisata Jawa Tengah kepada masyarakat luas.

Baca Juga:  Mudik Gratis dari Bandung, Perantau Asal Rembang Akui Hemat Jutaan Rupiah

Hingga Minggu pagi, sebanyak 135 peserta sementara tercatat mengikuti kompetisi tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.

Salah seorang peserta, Fido mengaku sudah sering mengikuti berbagai ajang hard enduro. Ia menilai lintasan yang disiapkan dalam kompetisi kali ini cukup seru dan menantang.

“Saya sudah sering ikut hard enduro seperti ini. Trek kali ini seru dan menantang banget. Harapannya, ke depan semakin banyak acara seperti ini dan hadiahnya juga lebih besar,” ujar Fido.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini