Semarang, Seputarjateng. id- Lebaran tinggal menghitung jari.
Polda Jateng dalam upaya memberi rasa aman bagi masyarakat menggelar apel pengamanan Lebaran dengan sandi Operasi Ketupat Candi 2025 Polda Jateng, Kamis(20/3,2025) di Mapolda Jateng. Selaku Irup pada apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi Gubernur Jateng Mayjen Pol(Purn) Ahmad Luthfi.
Ahmad Luthfi,mantan Kapolda Jateng menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas.
Ia yang didamgpingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi anggota yang terlibat dalam operasi ini.
“Mereka yang bertugas harus siap tidak bertemu keluarga di momen penting seperti Idulfitri. Namun, ini adalah bagian dari tugas yang diemban oleh anggota, baik dari TNI-Polri maupun unsur Pemerintah Daerah seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi lainnya,” ujarnya.
Dengan sinergi semua pihak, diharapkan Operasi Ketupat Candi 2025 dapat berjalan dengan lancar, sehingga masyarakat dapat merasakan mudik yang aman dan nyaman
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan Operasi kemanusiaan itu didukung 14 ribu personel gabungan dari TNI-Polri serta unsur pemerintah. Tujuannya mengamankan arus mudik dan balik Lebaran, serta kegiatan ibadah dan wisata masyarakat di Jawa Tengah.
Ia menjelaskan operasi Ketupat Candi yang sedianya dijadwalkan dimulai 23 Maret ini diajukan lebih awal karena menyesuaikan dengan libur sekolah yang dimulai 21 Maret.
“ Akhir pekan ini personel sudah mulai standby. Diprediksi Jumat (21/3) malam sudah mulai terjadi peningkatan arus pemudik hingga 28 Maret. Sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada 5-7 April 2025″,ungkap Dir Lantas.
Ia menyebutkan sekarang ini
beberapa kendaraan dari luar daerah sudah mulai masuk ke rest area, namun volume lalu lintas di GT Kalikangkung masih di bawah seribu kendaraan per jam.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Polda Jateng telah mendirikan 213 pos pengamanan di berbagai titik strategis. Jalur tol menjadi perhatian utama guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas.

“Kami memiliki lima jaringan jalur utama. Jalur tol tetap menjadi prioritas utama, terutama dari arah barat ke timur, mulai dari Cikampek hingga Kalikangkung”, jelasnya.
Ia menambahkan, jika di GT Kalikangkung volume kendaraan mencapai 3 ribu kendaraan per jam selama tiga jam berturut-turut, maka akan diterapkan rekayasa lalu lintas one way lokal dari GT Kalikangkung hingga Bawen. Selain itu, jalur Tol Solo-Jogja juga menjadi perhatian khusus karena hanya memiliki tiga gerbang tol utama hingga Klaten.
Kombes Pol Sonny Irawan juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan kendaraan sebelum bepergian jauh, terutama bagi yang akan menggunakan jalur tol.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan saldo e-toll mencukupi sebelum masuk tol. Jika merasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri. Keselamatan adalah yang utama agar mudik tetap aman dan nyaman bagi keluarga,” pesannya.(All)


