Tim KKN Undip Dampingi Petani Olah Limbah Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi Tinggi

Berita Rekomendasi

SUKOHARJO, SEPUTARJATENG.ID – Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro (Undip) melakukan pendampingan terhadap petani di Desa Mertan Kecamatan Bendosari Sukoharjo tentang cara memanfaatkan limbah kacang tanah pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit kacang tanah. Edukasi dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa Sekolah Vokasi Undip ini diharapkan bisa mengurangi dan mengurai  limbah kacang tanah yang tidak berguna menjadi pupuk cair ramah lingkungan.

Mahasiswa KKN Undip ini memilih Desa Mertan Kecamatan Bendosari sebagai tempat penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit kacang tanah. Hasil dari kegiatan ini, diharapkan para peserta ke depan  bisa menularkan ilmu yang diperolehnya ke para petani terdekat.

“Kita tahu bahwa budidaya kacang tanah sebagai komoditas pertanian unggulan sudah menjadi “profesi” bagi  sebagian besar masyarakat  Desa Mertan, bahkan sebagian besar petani se  Kabupaten Sukoharjo. Namun di sisi lain, kami melihat  diantara para petani tersebut kurang peduli terhadap limbah kulit kacang,” kata Kordinator Desa Mahasiswa KKN Undip, Ichsan Nurizqi Prabowo kepada wartawan. 

Baca Juga:  Pendidikan Prioritas Utama Putus Rantai Kemiskinan

Ichsan Nurizqi mengutarakan, akibat kurangnya sistem pengolahan limbah, maka hasil pertanian kacang tanah justru menimbulkan masalah limbah kulit yang terbuang secara sia-sia dan tidak digunakan.

“Oleh karena itu, kami mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro tahun 2025 yang berada di Desa Mertan berinovasi melalui program pemberdayaan masyarakat untuk pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit kacang tanah,” terangnya.

Dia mengatakan, program ini dilaksanakan melalui penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mertasari Desa Mertan, pada hari Jumat, tanggal  31 Januari 2025 lalu.

Lebih lanjut Ichsan menjelaskan, pupuk organik cair memanfaatkan proses fermentasi sederhana yang sangat mudah dilakukan oleh masyarakat. Bahan dasar kulit kacang yang tidak berguna, kemudian direndam dengan air beras yang dicampur  gula jawa cair. Setelah tercampur merata, lalu dimasukkan  effective microorganism atau EM-4 sebagai bakteri starter untuk memicu proses fermentasi. 

Baca Juga:  Ulah Gangster Kian Meresahkan, Nana Sudjana: Perlu Diberi Shock Therapy

“Proses fermentasi hingga mejadi pupuk siap pakai, berlangsung selama kurang lebih 14 hari. POC yang telah jadi secara sempurna, sudah  langsung bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.  Dosis penyemprotan pupuk cair tersebut adalah 10ml POC untuk setiap 1 liter air. Agar penyerapan nutrisi dapat lebih optimal, penyemprotan sebaiknya dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore,” tambah Ichsan.

Penyuluhan  pembuatan pupuk organik cair dari limbah kacang tanah yang digelar oleh Tim KKN Undip di Desa Mertan telah  mendapatkan respon positif dan antusias dari sedikitnya 20 peserta yang hadir. Mereka adalah para petani yang aktif sebagai pengurus dan anggota KWT Srikandi Mertasari Desa Mertan. 

Sri Suyatmi selaku Ketua Kelompok Wanita Tani Desa Mertan mengatakan,  peserta KKN Undip telah memotivasi serta mendinamisasi warga masyarakat Desa Mertan. Mereka  telah  mendukung kemajuan dan perkembangan hasil pertanian Kelompok Wanita Tani Srikandi Mertasari Desa Mertan. 

Baca Juga:  TKD Dipangkas, Pemprov Jateng Usulkan Covering Program Pembangunan dari Kementerian/Lembaga

“Kami tidak hanya membuat pupuk, akan tetapi ilmu yang diperoleh tersebut akan kami sebarkan ke warga lain. Bahkan kami tertarik untuk menjualnya.Terima kasih kami kepada anak-anak KKN Undip. Mereka telah mengajari kita tentang cara menyulap limbah tak berguna menjadi barang bernilai ekonomi tinggi” ujar Sri Suyatmi sambil terseyum. (Tim 1 KKN Undip).

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini