Semarang,Seputarjateng.id-Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2025,Rabu(24/9,2025) resmi dibuka oleh Gubernur Jateng Ahmad Lutfi di Muladi Dome Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang. GIIAS berlangsung selama lima hari dan berakhir 28 September 2025.
Digelarnya GIIAS Semarang yang sudah memasuki tahun keempat pelaksanaannya ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri otomotif di Jawa Tengah sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan teknologi kendaraan terbaru.
Ketua Harian Gaikindo Anton Kemal Tasli Kumonty menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan penting dalam mendorong pertumbuhan arus transportasi, khususnya kendaraan bermotor. Selain menambah wawasan publik tentang perkembangan otomotif, pameran ini juga menghadirkan transaksi yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Jawa Tengah saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi 5,4898 persen per bulan, di atas rata-rata nasional. Kondisi ini tentu berdampak pada industri otomotif. Meskipun volume kendaraan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan infrastruktur jalan, pembangunan jalan nasional, provinsi, kabupaten, dan kota sudah berjalan cukup mantap. Hal ini harus diimbangi dengan pertumbuhan kendaraan untuk mendukung mobilitas orang dan barang sebagai bagian dari distribusi ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan insentif pajak kepada perusahaan dengan kontribusi pembelian kendaraan di atas kuota tertentu. Menurutnya, langkah ini hanya dimiliki Jawa Tengah dan diharapkan menjadi daya dorong bagi peningkatan transaksi otomotif di wilayah tersebut.
Sementara itu, perwakilan Gaikindo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan nyata yang terus diberikan terhadap industri otomotif. “Semarang bukan hanya ruang pamer kendaraan terbaru, tetapi juga platform strategis yang mendorong pertumbuhan industri otomotif. Jawa Tengah konsisten masuk lima besar provinsi dengan penyebaran kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 5,2 persen pada kuartal I tahun 2025,” jelasnya.

Selain itu, Jawa Tengah juga dikenal sebagai pusat industri komponen kendaraan dan karoseri, yang mempertegas peran strategisnya dalam ekosistem otomotif nasional. Meski tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, optimisme tetap menguat berkat antusiasme masyarakat. Hal ini terbukti dari penyelenggaraan GIIAS sebelumnya di BSD City dan Surabaya yang mencatat pertumbuhan pengunjung sekaligus transaksi positif.
“Semangat inilah yang kami bawa ke Semarang. Kami yakin industri otomotif Indonesia dapat melewati tantangan dan kembali bangkit,”tuturnya.(All)


