Program TJSL PLN Di Kadirejo Berakhir, Berbuah Hasil Nyata Dan Berlanjut

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjsteng id — Suasana Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, terasa berbeda pada Sabtu, 15 November 2025. Di tengah kandang ayam arab dan burung puyuh yang kini tertata rapi dengan sentuhan teknologi baru, PT PLN (Persero) UPDL Semarang resmi menutup Program TJSL Elektrifikasi Peternakan yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.

Manager PLN UPDL Semarang, Sunandar Usman mengatakan
program ini tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membawa sebuah lompatan besar dalam cara peternak bekerja. Melalui kolaborasi dengan Sanggar Tani Muda KERIS dan dosen Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, PLN menghadirkan teknologi Internet of Things (IoT) ke lingkungan peternakan desa—mulai dari sistem feeding otomatis, brooding modern, hingga pengolahan pupuk dan pemanfaatan maggot.

Baca Juga:  APBD 2026 Disepakati, Pangan Jadi Prioritas Utama Jateng

Dulu, peternak harus mengecek kandang berkali-kali setiap hari, memastikan pakan cukup, atau menyesuaikan suhu untuk anakan puyuh. Kini, sebagian pekerjaan itu dijalankan otomatis oleh sistem listrik dan sensor yang terintegrasi.

Hasilnya? Ayam arab dan burung puyuh yang dibudidayakan kelompok sudah mampu menghasilkan telur secara rutin dan mulai dipasarkan ke masyarakat. Peningkatan produktivitas ini dirasakan langsung oleh para peternak yang kini menikmati tambahan pendapatan.

Manager PLN UPDL Semarang menyebut keberhasilan program ini sebagai bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan penting bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap sistem yang telah dibangun ini bukan hanya menjadi alat, tetapi menjadi best practice bagi peternak lain. Ini komitmen kami untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung ekonomi lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Ikut Lari Bareng Ribuan Peserta Solo Run Fest 2025

Ketua Sanggar Tani Muda KERIS, Rini Muslikha, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan itu. Menurutnya, teknologi elektrifikasi yang diberikan tidak hanya memperbaiki manajemen kandang, tetapi juga mengubah cara berpikir peternak muda di desanya.
“Kami jadi lebih percaya diri. Ternak kami lebih terkontrol, lebih produktif, dan lebih mudah dipasarkan,” tuturnya.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan Pemerintah Desa Kadirejo, Ajeng Firsty Prabawaningtyas, yang menilai program ini membawa dampak nyata bagi kelompok ternak dan membuka peluang pengembangan ekonomi baru di desanya.

Baca Juga:  Karyawan AXA Mandiri Salurkan 400 Paket Makanan Bergizi untuk Anak Yatim dan Lansia

Meski program resmi ditutup, jejaknya tidak berhenti. Peralatan modern, bibit ternak, dan pendampingan teknis yang telah diberikan menjadi fondasi bagi keberlanjutan peternakan modern di Kadirejo.

Program TJSL Elektrifikasi Peternakan PLN UPDL Semarang kini menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi sosial dan teknologi dapat berjalan berdampingan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Dan bagi para peternak di Kadirejo, inilah awal babak baru—babak ketika peternakan tradisional bertransformasi menjadi peternakan cerdas.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini