Keluarga Hariadi Jalani Tes DNA Terkait Musibah Pesawat ATR Di Perbukitan Makasar

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng id-Upaya identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 terus dilakukan aparat kepolisian. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah mendatangi kediaman keluarga salah satu kru pesawat, Hariadi, di Kabupaten Karanganyar, untuk melakukan pengambilan sampel DNA dan pendataan antemortem.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1). Hariadi diketahui merupakan kru pesawat asal Jawa Tengah yang masuk dalam daftar penumpang.

Baca Juga:  Demo Mahasiswa Menolak RUU TNI Kembali Menggoyang Semarang, 4 Mahasiswa Diamankan

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan pada Minggu (18/1) oleh tim DVI sebagai bagian dari proses identifikasi korban secara ilmiah.
“Pengambilan DNA dilakukan terhadap anggota keluarga inti korban guna mencocokkan dengan data korban yang ditemukan di lokasi kejadian,” kata Artanto, Senin (19/1).

Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sampel darah dan buccal swab dari ayah korban berinisial S (70) serta adik kandung korban PS (35). Selain itu, data antemortem juga dikumpulkan dari istri korban, RES, yang meliputi riwayat kesehatan, ciri fisik, dan data pendukung lainnya.

Baca Juga:  Chery Buka Dealer Baru di Semarang Barat, Siap Layani Mobil Listrik

Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan membawa 10 orang persons on board (POB). Terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

Tiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal. Sementara kru pesawat terdiri dari Captain Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, serta Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Artanto menegaskan seluruh proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur standar penanganan kecelakaan transportasi udara, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Petugas berupaya maksimal agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan tetap memperhatikan kondisi psikologis keluarga,” ujarnya.

Baca Juga:  Mardiono Diklaim Terpilih Aklamasi, Romahurmuziy: Klaim Sepihak, Sidang Masih Berjalan

Polda Jawa Tengah juga meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari tim DVI dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini