Ekonomi Jawa Tengah Tetap Tangguh di Triwulan I 2026, APBN Surplus Rp1,34 Triliun

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id –Di tengah dinamika ekonomi global, Jawa Tengah justru mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonominya pada Triwulan I 2026.
Kondisi fiskal yang sehat, inflasi yang mulai terkendali, hingga
meningkatnya pembiayaan UMKM menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ekonomi daerah.

Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Jawa Tengah hingga Maret 2026 tetap resilien di tengah tantangan global maupun domestik.

“APBN terus hadir sebagai instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat,” tutur Bayu di Semarang, Senin (11/5).

Sepanjang tahun 2025, ekonomi Jawa Tengah tumbuh sebesar 5,37 persen (yoy), sementara pada Triwulan IV 2025 mencapai 5,84 persen (yoy). Optimisme masyarakat juga masih terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2026 berada di level 116,3 atau masih dalam zona optimistis.

Baca Juga:  Muh Haris Sebut MBG Strategi Tingkatkan Gizi dan Ekonomi Lokal

Di sisi lain, tekanan inflasi mulai terkendali. Inflasi Maret 2026 tercatat 3,54 persen (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Wonosobo.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,32 persen, angka kemiskinan berada di level 9,39 persen, dan ketimpangan menurun dengan Gini Ratio sebesar 0,350.

Sementara itu, hingga akhir Maret 2026, realisasi pendapatan negara di Jawa Tengah mencapai Rp27,15 triliun atau 20,73 persen dari target. Pendapatan tersebut berasal dari penerimaan pajak Rp11,70 triliun, bea dan cukai Rp13,30 triliun, serta PNBP Rp2,22 triliun.

Baca Juga:  Kejati Jateng Gelar Ibadah Natal dan Tahun Baru 2025, Serukan Kasih dan Perdamaian

Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp25,81 triliun atau 26,67 persen dari pagu anggaran. Dengan capaian tersebut, APBN di Jawa Tengah mencatat surplus sebesar Rp1,34 triliun.
Tidak hanya itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Hingga Maret 2026, jumlah penerima manfaat telah mencapai 9,27 juta orang dengan serapan tenaga kerja sekitar 164 ribu orang. Realisasi anggaran program tersebut tercatat sebesar Rp2,68 triliun.

Baca Juga:  Program Mudik Rantau Gratis Jadi Favorit, Pemprov Jateng Tingkatkan Koordinasi

Di sektor UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp12,45 triliun atau tumbuh 9,21 persen secara tahunan. Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) tumbuh signifikan hingga 230,31 persen menjadi Rp475,78 miliar.

Dengan berbagai capaian tersebut, Jawa Tengah dinilai memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini