Hadapi Ketatnya Persaingan Kerja, Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Soft Skill

Berita Rekomendasi

Seputarjateng.id – Persaingan memasuki dunia kerja di Jawa Tengah semakin ketat seiring dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja yang berkualitas. Banyak lulusan yang memiliki nilai akademik baik, namun masih kesulitan bersaing karena kurangnya penguasaan kemampuan non-teknis atau soft skill.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong penguatan soft skill secara massif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengatakan, di tengah persaingan yang semakin ketat dan pesatnya perkembangan teknologi, soft skill menjadi pembeda utama yang menentukan seseorang dapat bertahan dan unggul di dunia kerja.

Baca Juga:  Semangat Sumpah Pemuda: PLN Bantu Pengembangan UMKM Sugihan Menuju Desa Berdaya

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan hard skill semata. Komunikasi yang baik, kemampuan bekerja sama, adaptabilitas, kreativitas dan integritas menjadi hal-hal yang sangat dicari oleh perusahaan saat ini,” ujar Heri Pudyatmoko.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti bahwa banyak perusahaan di Jawa Tengah, baik skala besar maupun UMKM, semakin mengutamakan calon karyawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat, memecahkan masalah dan menunjukkan sikap profesional.

Kondisi ini, kata Heri,  semakin relevan mengingat transformasi digital dan otomatisasi yang tengah berlangsung di berbagai sektor industri.

Heri menilai, penguatan soft skill harus dilakukan secara terstruktur mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, bahkan melalui program pelatihan bagi angkatan kerja yang sudah memasuki pasar.

Baca Juga:  Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektare Tanah kepada Perum BULOG

Lalu, ia turut mendorong agar sekolah dan lembaga pelatihan tidak hanya fokus pada teori, melainkan juga menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berlatih presentasi, kerja kelompok, leadership, serta etika kerja.

“Soft skill bukan bakat bawaan semata, melainkan sesuatu yang bisa diasah dan dibangun secara sadar. Jika kita serius mengembangkannya, generasi muda Jawa Tengah akan lebih percaya diri dan siap menghadapi persaingan yang semakin global,” katanya.

Sebagai pemimpin yang dikenal bijaksana, Heri melihat penguatan soft skill sebagai investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga:  Optimisme Pertamina JBT Menyongsong Ramadan dan Idul Fitri 2025 Setelah Sukses Pada Nataru 2024/2025

Ia mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan dan pelaku industri untuk bersinergi menciptakan program-program yang lebih holistik, termasuk pelatihan berbasis industri dan magang yang berkualitas.

“Membekali masyarakat dengan soft skill yang kuat bukan hanya untuk meraih pekerjaan, melainkan juga untuk membentuk karakter manusia unggul yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini