Semarang,Seputarjateng.id – Kehadiran BYD Tech Culture Fest 2026 di Semarang tidak hanya menjadi ajang edukasi kendaraan energi baru, tetapi juga mempertegas komitmen BYD Motor Indonesia dalam memperkuat eksistensi merek serta jaringan layanan dan showroom di Jawa Tengah.
Melalui festival yang digelar di kawasan Gajahmada Plaza, Simpang Lima, Semarang, BYD berlangsung selama lima hari dan berakhir Minggu(21/6) semakin mendekatkan teknologi kendaraan listrik (EV) dan Dual Mode (DM) kepada masyarakat Semarang.
Di arena festival disuguhkan berbagai kegiatan menarik mulai panggung hiburan,ruang mainan anak, monster track menggunakan DENZA B5. Selain itu ruang pamer berbagai model kendaraan BYD, test drive dengan menampilkan berbagai model yang perlu dicoba pengunjung,seperti BYD M6, BYD Dolphin, BYD Seal, BYD Sealion 7, dan BYD Atto 3 dan BYD M6 DM.
Hal menarik dengan penampilan BYD M 6 DM. Kendaraan berteknologi Dual Mode (DM) gesit,andal,senyap dan super irit
ini menjadi salah satu sorotan utama berkat kombinasi efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan fleksibilitas penggunaan untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Ini,terbukti dari kegiatan BYD M6 DM Media Challenge Semarang yang digelar sebelumnya.
Melalui kegiatan BYD M6 DM Media Challenge Semarang, sejumlah jurnalis berkesempatan menguji langsung performa kendaraan pada rute yang mencakup kawasan perkotaan Semarang, jalur menanjak menuju Salatiga, hingga kawasan kaki Gunung Merbabu sebelum kembali ke Semarang.
Pengujian tersebut dirancang untuk menggambarkan kondisi penggunaan nyata yang sering dihadapi masyarakat Indonesia.
Hasil pengujian menunjukkan tingkat efisiensi yang mengesankan.

Tiga peserta terbaik berhasil mencatat biaya penggunaan kendaraan mulai dari Rp188 per kilometer, Rp221 per kilometer, hingga Rp224 per kilometer. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan teknologi Dual Mode dalam mengoptimalkan penggunaan energi di berbagai kondisi jalan, baik di area perkotaan maupun jalur menanjak.
Salah satu keunggulan utama BYD M6 DM terletak pada teknologi Dual Mode yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin secara cerdas. Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi dengan efisien tanpa mengurangi kenyamanan dan performa. Saat daya baterai mencukupi, kendaraan dapat mengandalkan tenaga listrik untuk menghasilkan perjalanan yang lebih hemat dan ramah lingkungan.
Sementara itu, mesin bensin berfungsi sebagai pendukung untuk memperpanjang jarak tempuh ketika dibutuhkan.
Selain efisiensi energi, BYD M6 DM juga menawarkan kabin yang lapang dengan konfigurasi yang cocok untuk kebutuhan keluarga Indonesia. Sebagai kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV), model ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang, baik untuk aktivitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan hasil pengujian di Semarang semakin memperkuat keyakinan perusahaan bahwa teknologi Dual Mode dapat menjadi solusi mobilitas yang efisien dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
Dengan kombinasi efisiensi biaya operasional, fleksibilitas sumber tenaga, kabin yang luas, serta kemampuan menempuh perjalanan jarak jauh dengan nyaman, BYD M6 DM hadir sebagai alternatif kendaraan keluarga modern yang mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya BYD dalam memperluas pilihan kendaraan energi baru bagi konsumen Indonesia yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan dan kepraktisan.
Sementara itu dengan jumlah kendaraan BYD yang terus bertambah di Jawa Tengah dan pangsa pasar EV yang signifikan, Semarang menjadi salah satu kota strategis bagi pengembangan bisnis BYD.
Kehadiran festival ini sekaligus memperkuat posisi BYD di wilayah tersebut melalui dukungan jaringan penjualan, layanan purna jual, serta showroom yang semakin mudah diakses masyarakat.(All)


