Jawa Tengah Perlu Antisipasi Risiko Global Meski Ekonomi Tetap Tumbuh Solid

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Kinerja perekonomian Jawa Tengah hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89 persen (year-on-year) pada Triwulan I 2026. Stabilitas inflasi, perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat, serta kondisi fiskal yang sehat menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya.

Walau,kinerja perekonomian Jawa Tengah menunjukkan tren yang positif, menurut Bayu pemerintah mengingatkan bahwa berbagai risiko eksternal dan domestik tetap perlu diantisipasi agar momentum pertumbuhan tidak terganggu.

Baca Juga:  Begal Sadis di JLSS Mirit Terungkap! Tiga Pelaku Ancam Pasutri dengan Sajam, Gasak HP dan Uang

Bayu Andy Prasetya, menyebutkan dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian menjadi tantangan yang harus dicermati.

Ia mengingatkan beberapa risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian daerah. Diantaranya, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat mendorong kenaikan harga energi dunia, fluktuasi harga komoditas, serta perlambatan sektor manufaktur yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang masih berada di sekitar ambang kontraksi.

Baca Juga:  BULOG Jateng Siap Optimalkan Penyerapan Gabah dan Beras Petani, Sesuai Kualitas dan HPP Baru

Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan pergerakan pasar keuangan nasional juga perlu terus dipantau.Di sisi lain, konsumsi rumah tangga yang tetap optimistis, surplus APBN dan APBD, serta meningkatnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) menjadi penopang utama yang diharapkan mampu menjaga daya tahan ekonomi Jawa Tengah.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah antisipatif perlu terus diperkuat melalui optimalisasi belanja negara dan daerah, pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, serta dukungan terhadap sektor usaha, khususnya UMKM.

Baca Juga:  Sosialisasi MBG di Wonosobo Perluas Pemahaman Masyarakat Pentingnya Konsumsi Bergizi

Dengan strategi tersebut, Jawa Tengah diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan meskipun menghadapi berbagai risiko dari lingkungan global.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini