Temanggung, Seputarjateng.id- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meresmikan jembatan bailey di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jumat (3/7/2026). Jembatan tersebut dibangun sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Peresmian tersebut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo, Bupati Temanggung Agus Setyawan, jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Temanggung, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Plosogaden.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi harus dipastikan berlanjut hingga masyarakat benar-benar dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
“BNPB berkomitmen mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana. Infrastruktur yang rusak harus segera dipulihkan agar aktivitas masyarakat, perekonomian, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan kembali,” kata Suharyanto.
Menurutnya, kehadiran jembatan bailey ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat tidak terlalu lama terdampak akibat terputusnya akses.”
Menurut Suharyanto, keberhasilan penanganan bencana memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan hingga masyarakat.

Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas respons cepat dalam membantu penanganan dampak bencana di Kabupaten Temanggung. Pembangunan jembatan bailey, lanjutnya, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang bergerak cepat memberikan dukungan kepada Kabupaten Temanggung. Bantuan dan respons cepat yang diberikan membuktikan bahwa negara benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan,” ujarnya.
“Jembatan ini memiliki peran yang sangat penting karena menjadi akses utama bagi aktivitas warga, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan hingga pelayanan masyarakat,” imbuh Agus.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi infrastruktur merupakan bagian penting dari penanggulangan bencana yang harus terus diperkuat.
“Jembatan Bailey ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah yang sempat terputus, tetapi juga menghubungkan kembali harapan masyarakat. Ketika akses pulih, aktivitas ekonomi bergerak kembali, anak-anak dapat bersekolah dengan aman, dan pelayanan publik berjalan normal. Karena itu, saya mengapresiasi langkah cepat BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Wibowo menambahkan, Komisi VIII DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas BNPB agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan semakin cepat dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan.
“Daerah seperti Temanggung memiliki karakteristik geografis yang membutuhkan perhatian serius dalam aspek mitigasi maupun pemulihan. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya cepat pulih setelah bencana, tetapi juga semakin tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” kata legislator dari Dapil Jawa Tengah VI.
Peresmian jembatan bailey disambut antusias masyarakat Desa Plosogaden. Dengan kembali berfungsinya akses tersebut, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar sehingga mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.(**)


