Raja Dangdut Beri Pesan Ke PAMDI Jateng

Berita Rekomendasi


Semarang
 – Ketua Umum DPP Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) H Rhoma Irama sangat berharap DPD PAMDI Jawa Tengah membawa dampak kemajuan bagi perkembangan musik Dangdut. Hal ini mengingat, dalam kepengurusan PAMDI melibatkan banyak unsur profesional.

Pernyataan Raja Dangdut ini disampaikan usai melantik DPD PAMDI Jawa Tengah dibawah kepemimpinan H Santoso selaku Ketua PAMDI Jawa Tengah periode 2026-2031, di Auditorium RRI Semarang, Rabu (15/7/2026).

Bahkan Rhoma Irama, menyebut pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAMDI Jawa Tengah periode 2026–2031 di RRI Semarang ini sebagai pelantikan PAMDI paling sukses yang pernah dihadirinya di Indonesia.

Usai melantik 51 pengurus DPD PAMDI Jawa Tengah periode 2026–2031, Rhoma Irama memberikan kejutan dengan menyanyikan sejumlah lagu di hadapan peserta. Penampilan spontan Sang Raja Dangdut itu langsung disambut tepuk tangan meriah, bahkan banyak hadirin ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana penuh keakraban dan nostalgia.

Dalam sambutannya, Rhoma Irama juga menyampaikan pesannya kepada PAMDI Jawa Tengah agar terus menjaga marwah Dangdut sebagai musik yang memegang teguh etika moral dan kesopanan. “Hilangkan erotisme dalam setiap penampilan musik Dangdut. Tampilkan dengan penuh kesopanan dan beretika, jadikan Dangdut berahlakul kharimah,” ujar Bang Hari Rhoma Irama.

Dangdut menurutnya bukan saja sebagai media hiburan, melainkan ada muatan pendidikan, informasi serta tuntunan. Maka Dangdut tidak boleh melanggar asas Ketuhanan, Kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, Kerakyatan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kuncinya Dangdut tidak boleh melanggar Pancasila,” ujar Rhoma Irama.

Baca Juga:  Kunjungi Gedung Pers, Solusi Bangun Indonesia Jalin Sinergi Strategis dengan PWI Jateng

Raja Dangdut juga mengapresiasi komposisi kepengurusan PAMDI Jawa Tengah yang dinilainya berisi orang-orang dari berbagai latar belakang profesi dan disiplin ilmu. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk memajukan organisasi sekaligus mengembangkan industri musik dangdut di Jawa Tengah.

Di tengah perkembangan era digital, Rhoma juga menilai musik dangdut justru memiliki peluang semakin besar untuk berkembang. Berbagai festival dangdut yang digelar di dalam maupun luar negeri menjadi bukti bahwa dangdut semakin diterima di tingkat internasional.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa SSi T MBM, menilai PAMDI memiliki peran strategis dalam membina para insan seni dangdut agar semakin professional, kreatif, adapif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjaga kualitas dan martabat seni pertunjukan Indonesia.

“Saya harap PAMDI dapat semakin aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Jawa Tengah memiliki kekayaan destinasi wisata, desa wisata, Kawasan heritage, tradisi budaya, kulner, hingga berbagai festival yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Potensi ini akan semakin bernilai apabila diperkaya dengan sajian seni pertunjukan yang berkualitas, termasuk music dangdut yang dikemas secara kreatif, modern dan tetap berakar pada budaya bangsa,” ungkap Gubernur Jateng.

Sementara, Ketua DPD PAMDI Jawa Tengah, H Santoso, menyatakan bahwa PAMDI siap bersinergi dengan pemerintah kapan pun dan di mana pun. Langkah awal yang akan dilakukan setelah dilantik Ketum DPP PAMDI, adalah akan segera menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) guna menyusun program kerja organisasi, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Baca Juga:  Silaturahmi dengan Danlanal, Wagub Jateng Dorong Penguatan Keamanan Maritim

Pada program jangka pendek, PAMDI Jawa Tengah akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dengan memperkuat kepengurusan di tingkat daerah. Salah satunya melalui pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten dan kota yang hingga kini belum memiliki kepengurusan.

Saat ini, baru 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah memiliki DPC PAMDI aktif. Padahal, Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota sehingga masih terdapat 20 daerah yang menjadi target pembentukan kepengurusan baru.

Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Semarang, Bambang Dwiyana yang ikut memberi sambutan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan musik dangdut. Salah satunya melalui kolaborasi bersama Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI).

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi awal penguatan sinergi antara media publik dan organisasi profesi musik dangdut dalam menjaga eksistensi salah satu genre musik asli Indonesia. “Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk bersama-sama memajukan musik dangdut,” ujarnya.

Sebagai media publik, menurut Bambang, RRI memiliki komitmen untuk memberikan ruang bagi perkembangan musik dangdut. Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai program siaran yang secara khusus menghadirkan lagu-lagu dangdut, tidak hanya di RRI Semarang tetapi juga di jaringan RRI di berbagai daerah.

Ia juga mengingatkan, RRI telah beberapa kali berkolaborasi dengan PAMDI dalam menghadirkan program siaran yang mengangkat musik dangdut kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama tersebut membuktikan bahwa RRI memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan musik dangdut di tengah pesatnya perkembangan industri musik.

Baca Juga:  Wagub Taj Yasin Apresiasi Kinerja Aparat, Kasus Kratom Terbongkar di Pelabuhan Tanjung Emas

“RRI memiliki slot khusus untuk lagu-lagu dangdut dan kami pernah berkolaborasi dengan PAMDI dalam program-program siaran. Ini menjadi bukti bahwa RRI ingin terus ikut melestarikan dan mengembangkan musik dangdut di Indonesia,” katanya.

Bambang menilai dangdut merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang lahir dari perpaduan berbagai unsur musik dan telah berkembang menjadi identitas bangsa. Karena itu, keberadaannya perlu terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, pemerintah, dan organisasi profesi.

Ia pun menyatakan dukungan terhadap upaya menjadikan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut akan semakin memperkuat posisi dangdut sebagai musik khas Indonesia yang membanggakan.

“RRI Semarang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan PAMDI Jawa Tengah. Kami ingin bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mengembangkan musik dangdut agar tetap dicintai lintas generasi,” ucapnya.

Acara pelantikan di RRI Semarang cukup meriah diwarnai kesempatan H Rhoma Irama berkenan menyanyi diiringi Grup Musik Jipta pimpinan Anton Soneta dan seluruh hadirin turun ikut berjoget.

Ketua Panitia, H Sholeh Akbar menyatakan acaranya didukung penuh oleh RRI Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Suasana organisasi PAMDI kali ini dirasa lain dari sebelumnya. Karena para pengurus dan anggota nyengkuyung bareng organisasi. Kebersamaan dan profesionalitas yang dibangun ini menjadikan PAMDI ke depan selangkah lebih maju,” ujar Sholeh Akbar.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini