Yogyakarta – Momen pertemuan para aktivis pekerja dalam kegiatan Forum Advokasi Nasional (FAN) Batch I di Yogyakarta terasa semakin bermakna. Pasalnya, acara strategis ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Serikat Pekerja PT PLN (Persero) yang jatuh pada tanggal 18 Agustus 2026.
Peringatan hari bersejarah bagi organisasi pekerja kelistrikan ini dirayakan dalam sebuah acara syukuran yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026. Acara tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur dan semangat solidaritas di Aula megah PLN UID Yogyakarta, menyatu dengan antusiasme para peserta forum advokasi.
Sebagai wujud rasa syukur atas usia organisasi yang semakin matang, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Ketum SP PLN, M. Abrar Ali. Prosesi perayaan yang sakral tersebut disaksikan langsung oleh General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, jajaran manajemen, serta Ketua DPD SP PLN UID Yogyakarta beserta seluruh peserta yang hadir.
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menyampaikan ucapan selamat yang hangat atas hari jadi SP PLN yang ke-27. Ia memandang bahwa usia 27 tahun merupakan fase yang sangat matang bagi sebuah organisasi dalam menavigasi dinamika perusahaan dan industri ketenagakerjaan di Indonesia.
“Kami dari pihak manajemen menaruh harapan besar di usia yang ke-27 ini. Semoga SP PLN menjadi semakin solid, profesional, dan terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bersama dalam menerangi Nusantara,” tutur Deri di hadapan para anggota serikat.
Pada momen perayaan tersebut, Deri juga mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan. Manajemen mendorong pegawai untuk secara aktif memanfaatkan berbagai fasilitas olahraga yang telah disediakan oleh perusahaan di lingkungan kerja.

“Kesehatan fisik dan mental adalah modal utama kita. Dengan jasmani yang bugar, semangat kerja serta kualitas pelayanan kelistrikan kita kepada masyarakat akan terus meningkat secara berkesinambungan,” tambah Deri memberikan motivasi.
Menanggapi momentum spesial ini, Ketum SP PLN, M. Abrar Ali, menegaskan kembali esensi dan tujuan dari perjuangan serikat. Menurutnya, perayaan HUT ini harus menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus mengawal implementasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menegakkan marwah Hubungan Industrial Pancasila.
Ketum SP PLN juga memaparkan bahwa posisi serikat pekerja saat ini semakin diperhitungkan dan sejajar dengan konfederasi besar lainnya di kancah nasional. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk proaktif bersuara, tidak hanya di internal, tetapi juga dalam mengawal kebijakan publik seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan dan kebijakan ketenagalistrikan.

“Mari jadikan usia ke-27 ini sebagai momentum untuk merapatkan barisan. Semua masalah, termasuk hak-hak dasar pekerja, harus diselesaikan dengan komunikasi yang elegan dan dialog konstruktif. Dengan persatuan yang kokoh, kejayaan perusahaan dan kesejahteraan pekerja niscaya dapat kita wujudkan bersama,” pungkas Ketum SP PLN.***


