Semarang,Seputarjateng.id – Investor boleh datang, tetapi listrik harus lebih dulu siap. PT PLN kini mengebut pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.
Salah satu proyek yang dikejar adalah pembangunan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kendal Incomer yang terhubung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV KEK Kendal. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 untuk memperkuat pasokan listrik sekaligus membuka ruang bagi masuknya lebih banyak investor ke kawasan industri tersebut.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Ferdyan Hijrah Kusuma, mengatakan ketersediaan listrik yang cukup dan andal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan KEK Kendal.
“Untuk pengadaan lahan gardu induk serta transmisi, alhamdulillah dengan dukungan stakeholder dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk tapak tower dan juga gardu induk sudah bisa dikonstruksi semua,” ungkap Ferdyan pada jumpa bersama media se-Jawa Tengah di Semarang, Kamis (3/9).
Ia menyebutkan meskii demikian, PLN masih mengejar penyelesaian proses kompensasi yang berkaitan dengan administrasi serta koordinasi dengan pemerintah pusat. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Ferdyan mengatakan, penguatan sistem kelistrikan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan investasi di KEK Kendal.Pasalnya, semakin siap infrastruktur listrik yang tersedia, semakin besar pula kemampuan kawasan tersebut dalam menerima industri baru.

“Intinya adalah menyuplai dan mendukung kelistrikan di KEK Kendal. Sehingga ketika ketersediaan listriknya semakin baik, tenant yang berinvestasi di sana semakin banyak,” tuturnya.
Masuknya lebih banyak tenant diharapkan memberikan dampak lanjutan bagi perekonomian daerah. Pertumbuhan industri di KEK Kendal berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah.
Menurut Ferdyan untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN membangun SUTT 150 kV Kendal Incomer sebanyak 23 tower.
Jalur transmisi tersebut akan melakukan tapping atau penyambungan dari SUTT 150 kV Weleri-Kaliwungu. Listrik dari jaringan transmisi eksisting kemudian dialirkan menuju GI 150 kV KEK Kendal.
GI tersebut nantinya diperkuat dengan empat trafo yang masing-masing memiliki kapasitas 60 Mega Volt Ampere (MVA).

Ferdyan menegaskan proyek ini bukan pembangunan pembangkit listrik baru di kawasan KEK Kendal. PLN memanfaatkan sistem transmisi yang sudah tersedia untuk memasok kebutuhan listrik kawasan industri.
“Untuk proyek ini kami menyambungkan dari transmisi eksisting. Jadi tidak ada pembangkit yang ditaruh di Kendal. Kami hanya menyambungkan listrik dari jalur transmisi eksisting,” jelasnya.
Sistem tersebut juga terhubung dengan jaringan kelistrikan Jawa-Bali yang telah terinterkoneksi. Dengan sistem tersebut, pasokan listrik dapat berasal dari berbagai pembangkit yang masuk dalam sistem interkoneksi.
PLN menargetkan seluruh proyek tersebut dapat diselesaikan pada penghujung 2026.
“Kami targetkan proyek ini akan selesai di akhir tahun ini, sehingga kawasan ekonomi Kendal semakin segera melesat terkait dengan pertumbuhan tenant-nya,” tuturnya.
Ia mengatakan penguatan sistem kelistrikan untuk kawasan industri bukan kali pertama dilakukan PLN. Pola serupa sebelumnya juga diterapkan untuk mendukung sejumlah kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Menurut Ferdyan, kebutuhan terhadap infrastruktur listrik akan semakin besar seiring bermunculannya industri baru di Indonesia.Salah satu sektor yang membutuhkan pasokan besar dan tingkat keandalan tinggi adalah pusat data atau data center. Selain membutuhkan daya dalam jumlah besar, pusat data juga memerlukan sistem pasokan berlapis untuk menjaga kontinuitas operasional.
“Data center mulai banyak masuk ke Indonesia sehingga PLN mesti siap dalam suplai listriknya,”tambahnya.
Oleh karena itu,, kesiapan jaringan transmisi dan gardu induk menjadi bagian penting bagi PLN dalam mengantisipasi pertumbuhan beban listrik sekaligus mendukung ekspansi industri.
Disinggung , PLN juga tengah memperkuat jaringan kelistrikan di wilayah Nalumsari, Kabupaten Jepara.
Pembangunan GI 150 kV Nalumsari ditujukan untuk memperluas suplai sekaligus meningkatkan keandalan listrik bagi masyarakat di wilayah tersebut.
“Tujuannya untuk memperluas suplai listrik yang lebih andal, sehingga masyarakat di sekitar mendapatkan suplai listrik yang lebih baik,” kata Ferdyan.
Selama ini, kebutuhan listrik di wilayah tersebut masih ditopang melalui jaringan tegangan menengah 20 kV. Kehadiran infrastruktur baru diharapkan dapat memberikan alternatif pasokan sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan.
Dengan percepatan pembangunan GI dan SUTT 150 kV tersebut, PLN tidak hanya menyiapkan listrik untuk menopang pertumbuhan tenant di KEK Kendal. Infrastruktur itu sekaligus menjadi fondasi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik industri di Jawa Tengah pada masa mendatang.(AK)


