AI Cloud Indosat Melesat, Target Pendapatan Akhir Tahun US$100 Juta

Berita Rekomendasi

Jakarta,Seputarjateng.id – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) semakin memperkuat langkahnya dalam transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Tidak hanya berinvestasi pada infrastruktur dan solusi AI, perusahaan juga mulai membuktikan potensi komersial teknologi tersebut dengan mencatatkan pendapatan Solusi Indosat AI Cloud sebesar US$50 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Pencapaian yang melampaui pendapatan sepanjang 2025 tercatat sebesar US$28 juta disampaikan dalam rilis, Kamis(29/10). Dan, capaian ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap layanan komputasi AI dan cloud, sekaligus menunjukkan investasi teknologi mulai menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Indosat di luar bisnis inti telekomunikasi.

Indosat memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat mencapai US$100 juta pada akhir 2026. Target ini mempertegas ambisi perusahaan untuk memanfaatkan peluang ekonomi AI sekaligus memperluas akses terhadap teknologi canggih bagi pelaku usaha di Indonesia.

Baca Juga:  Kodim 0733/KS Terima 11 Maung dari Presiden Prabowo, Kebanggaan Bagi Warga Semarang

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pengembangan AI merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Menurutnya, kekuatan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi bagi Indosat untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya, termasuk membangun kapabilitas yang mampu menjawab meningkatnya kebutuhan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun pasar global.

Indosat juga berupaya memastikan perkembangan teknologi tidak hanya menghasilkan keuntungan bisnis, tetapi turut memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Perusahaan berkomitmen menjadikan teknologi semakin mudah diakses sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan perekonomian secara luas.

Baca Juga:  Ahmad Luthfi Dorong Pengusaha Tionghoa Bangun Ekonomi Baru Jawa Tengah

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Indosat membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Ekosistem ini diperkuat melalui jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid serta pengembangan infrastruktur AI generasi berikutnya melalui Zankore by Indosat, yang memiliki ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga satu gigawatt.

Indosat turut menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini memberikan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi, sehingga perusahaan dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas adopsi teknologi secara lebih terukur.

Baca Juga:  Dinperinaker Pekalongan Gelar Pelatihan Kompetensi

Melalui pengembangan tersebut, Indosat ingin menjembatani potensi AI dengan kebutuhan nyata dunia usaha. Akses terhadap teknologi yang semakin luas diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mendorong inovasi, dan menciptakan peluang bisnis baru.

Dengan menggabungkan kekuatan telekomunikasi dan pertumbuhan bisnis AI, Indosat menempatkan teknologi sebagai salah satu motor pertumbuhan masa depan sekaligus bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital regional dan global.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini