Semarang,Seputarjateng.id– Memasuki periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, JNE Cabang Semarang memproyeksikan peningkatan volume pengiriman sebesar 20–30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas belanja online dan kebutuhan distribusi barang selama bulan suci hingga Lebaran.
Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan momentum Ramadan selalu menjadi periode puncak bagi industri logistik. Permintaan pengiriman biasanya melonjak untuk produk fesyen, makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, serta parsel Lebaran.
“Tren pertumbuhan masih stabil. Setiap Ramadan terjadi peningkatan signifikan, terutama dari sektor e-commerce dan UMKM yang semakin aktif berjualan secara digital,” jelasnya
.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, JNE melakukan penguatan kapasitas operasional, baik dari sisi sumber daya manusia, armada, maupun infrastruktur sortir dan distribusi. Optimalisasi jalur pengiriman darat, udara, dan laut juga diterapkan guna menjaga ketepatan waktu layanan.
Secara nasional, operasional JNE didukung lebih dari 50.000 karyawan serta 11.000 armada. Proses distribusi juga ditopang Mega Hub di sekitar Bandara Internasional Soekarno Hatta yang telah dilengkapi sistem sortir otomatis untuk mempercepat pergerakan paket ke berbagai daerah.
Menghadapi periode yang berdekatan dengan arus mudik dan libur panjang, manajemen memastikan perencanaan distribusi dilakukan lebih awal guna menghindari penumpukan kiriman di jalur padat.
Wahyu menegaskan, layanan JNE tetap beroperasi selama masa libur Idul Fitri dengan pengaturan khusus di tiap wilayah. “Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar kebutuhan pengiriman pelanggan selama Ramadan dan Lebaran tetap terpenuhi dengan baik,” demikian Wahyu Sabgerti Alam.(All)



