BYD Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode di Jawa Tengah, Tembus 65 Km/Liter

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – BYD kembali menunjukkan inovasi terbarunya di sektor kendaraan elektrifikasi dengan membuktikan kemampuan teknologi Dual Mode (DM) melalui kegiatan BYD media challenge dan test drive di Jawa Tengah, Senin(15/6,2026..

Dalam pengujian ini, teknologi yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin berbahan bakar tersebut diklaim mampu mencatat efisiensi hingga 65 kilometer per liter, sekaligus menawarkan jarak tempuh lebih dari 1.100 kilometer dalam satu siklus penggunaan.

Kegiatan yang diikuti para jurnalis ini mengambil rute menantang dari dealer BYD Haka Semarang menuju kawasan perbukitan dan jalan berliku di Kopeng, Salatiga, berlanjut ke Kopi Banaran Tuntang, sebelum kembali ke BYD Haka,jalan Kompol Maksum Semarang. Para peserta tergabung dalam kelompok tidak hanya menguji performa kendaraan di berbagai kondisi jalan, tetapi juga mengikuti kompetisi ketangkasan mengemudi dan tantangan efisiensi penggunaan energi listrik serta bahan bakar.

Baca Juga:  Kejati Jateng Tahan Eks Direktur PT RSA, Negara Rugi Rp237 Miliar Akibat Pembelian Lahan Gagal

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi Dual Mode hadir sebagai jawaban atas tantangan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia, khususnya di wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.

“Teknologi ini kami hadirkan sebagai solusi yang relevan dengan kondisi Indonesia. Selain menawarkan efisiensi tinggi, teknologi ini juga memberikan rasa aman bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh atau tinggal di daerah dengan keterbatasan fasilitas pengisian daya,” tuturnya.
.
Ia menjelaskan kegiatan serupa setelah diperkenalkan di Jakarta dan Medan, Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi ketiga pembuktian performa teknologi Dual Mode.

Baca Juga:  Truk Ngebut Picu Tumpahan Sampah, DLH Kota Semarang Gerak Cepat Membersihkannya

Adapun rute BYD media challenge
yang digunakan sengaja dirancang menyerupai kondisi perjalanan harian masyarakat tanpa rekayasa khusus sehingga hasil pengujian lebih representatif.

Sementara itu, Product Expert BYD Indonesia, Boby Bharata, menjelaskan bahwa teknologi DM bekerja secara cerdas dan otomatis dalam menentukan sumber tenaga paling efisien sesuai kondisi berkendara.

“Pengemudi cukup mengemudi seperti biasa. Sistem akan membaca kondisi jalan dan kebutuhan tenaga kendaraan untuk menentukan kapan menggunakan tenaga listrik dan kapan mesin bekerja demi menjaga efisiensi optimal,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi Dual Mode menawarkan tiga keunggulan utama, yakni efisiensi energi yang tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta emisi gas buang yang lebih kecil dibandingkan kendaraan konvensional.

Untuk mobilitas harian di perkotaan, kendaraan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik sehingga penggunaan bahan bakar dapat ditekan secara signifikan. Sementara untuk perjalanan jarak jauh, sistem akan mengombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin guna memastikan performa tetap optimal tanpa kekhawatiran kehabisan daya.

Baca Juga:  Anggota DPR Sebut MBG Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, Fondasi Bangun Generasi Muda Sehat

Melalui pembuktian langsung di Jawa Tengah ini, BYD berharap masyarakat dapat melihat secara nyata bagaimana teknologi Dual Mode menjadi alternatif kendaraan elektrifikasi yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga praktis dan sesuai dengan karakteristik perjalanan masyarakat Indonesia.

Dengan kombinasi efisiensi tinggi, jarak tempuh panjang, dan fleksibilitas penggunaan, teknologi ini diyakini dapat menjadi salah satu solusi mobilitas masa depan di Tanah Air.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini