Ahmad Luthfi Paparkan Formula Kolaborasi untuk Majukan Jawa Tengah

Berita Rekomendasi


SUKOHARJO
 – Perbedaan partai politik bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri dalam membangun Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan, seluruh kekuatan politik, legislatif, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, harus berada dalam satu barisan ketika menyangkut kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ahmad Luthfi di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah periode 2025-2030 di Hotel Grand Mercure, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, Jawa Tengah sedang membangun tradisi collaborative government, yakni pemerintahan yang mengedepankan kerja bersama dan mengesampingkan sekat kepentingan politik ketika berbicara tentang pembangunan daerah.

Ia mengatakan, kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan bersama kepala daerah, baik yang berasal dari Partai Golkar maupun partai politik lainnya. Semangat yang sama juga dibangun bersama lembaga legislatif.

Di DPRD Jawa Tengah, misalnya, seluruh fraksi partai politik dihimpun melalui Forum Berlian. Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan kekuatan legislatif dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Jawa Tengah.

“Semua anggota DPRD tidak lagi kita bedakan partainya ketika bicara pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kolaborasi juga diperluas hingga tingkat nasional. Ahmad Luthfi menyebut Pemprov Jawa Tengah membentuk Forum Senayan dengan melibatkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah.

Baca Juga:  DPD Gerindra Jateng Instruksikan Semua Kader Sosialisasikan Program Presiden Prabowo

“Tidak cukup itu, kita juga buat Forum Senayan, kita tarik anggota DPR dari dapil Jawa Tengah untuk berkontribusi membangun daerah. Juga menteri-menteri asal Jawa Tengah kami gandeng,” jelasnya.

Bagi Ahmad Luthfi, pola tersebut menjadi penting di tengah kondisi fiskal yang terbatas dan dinamika geopolitik global yang turut memberikan tekanan terhadap perekonomian.

Namun, menurut dia, kerja bersama berbagai pihak mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah kini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka terus menurun.

Dari sisi investasi, Jawa Tengah mencatat realisasi sekitar Rp 110 triliun sepanjang 2025. Sementara pada semester I 2026, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp 59,9 triliun.

“Ini membuktikan bahwa di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan fiskal, lalu kondisi geopolitik dunia, Jawa Tengah mampu mendatangkan investasi,” katanya.

Ahmad Luthfi menambahkan, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah provinsi. Dibutuhkan kekuatan kolektif dari pemerintah kabupaten/kota, DPRD, DPR RI, kementerian, dunia usaha hingga partai politik.

Baca Juga:  Masa Kampanye dimulai, Pj Gubernur Jateng Berpesan Kepada Para Pejabat Sementara Kepala Daerah

Luthfi menyambut baik kepengurusan baru DPD Partai Golkar Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Muhammad Saleh. Ia berharap Golkar semakin aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada pengurus DPD Partai Golkar Jawa Tengah. Mudah-mudahan di bawah komando Pak Muhammad Saleh, Golkar Jawa Tengah bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” ucapnya.

Pesan kolaborasi yang disampaikan Ahmad Luthfi mendapat dukungan dari Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh. Ia menilai pendekatan pemerintahan yang mengedepankan kebersamaan menjadi salah satu kekuatan Jawa Tengah.

Menurut dia, hubungan antarpartai politik di Jawa Tengah selama ini berjalan relatif harmonis. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pembangunan.

“Jawa Tengah memiliki kebersamaan yang tinggi sebagai modal membangun provinsi. Antarpartai hubungannya akur dan tidak ada gontok-gontokan,” katanya.

Muhammad Saleh juga menilai kinerja pemerintahan Ahmad Luthfi menunjukkan hasil positif. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang telah berada di atas nasional, disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Gubernur Ahmad Luthfi ini capaian kinerjanya juga luar biasa. Pertumbuhan ekonomi sudah di atas nasional, kemiskinan turun, pengangguran juga turun. Secara kinerja Pak Luthfi ini luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Agus Suparmanto Resmi Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PPP 2025–2030

Dukungan terhadap kolaborasi pembangunan Jawa Tengah juga disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Bahlil menyebut Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu poros Indonesia. Menurutnya, provinsi ini telah melahirkan banyak tokoh nasional dan memiliki sumber daya manusia yang menjadi kekuatan penting bagi bangsa.

Bahlil meminta seluruh kader Golkar di Jawa Tengah ikut mengawal sekaligus mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Saya titipkan Golkar Jawa Tengah kepada Pak Gubernur Luthfi sebagai salah satu tokoh nasional yang ada di Jawa Tengah. Saya titipkan warna kuning kepada Gubernur, Golkar akan menjadi garda terdepan untuk mendukung dan menjaga Jawa Tengah,” kata Bahlil.

Pelantikan kepengurusan DPD Partai Golkar Jawa Tengah tersebut turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua DPRD Jawa Tengah, Ketua MUI Jawa Tengah, serta sejumlah kepala daerah dan pimpinan partai politik se-Jawa Tengah.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini