Senyum Oma-Opa Rindang Asih II Sambut Kepedulian JNE dan WarEk Semarang, Berbagi Bahagia di Usia Senja

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Usia boleh senja, tetapi kebahagiaan selalu punya cara untuk hadir. Senyum yang merekah di wajah para oma dan opa di Panti Wredha Rindang Asih II, Jalan Ismangil, Bongsari, Semarang, menjadi pemandangan hangat saat JNE Cabang Semarang bersama Forum Wartawan Ekonomi (WarEk) Semarang,Kamis(29/10,2026) datang membawa kepedulian.

Kunjungan itu bukan sekadar agenda bakti sosial dengan menyerahkan bantuan. Ada kebersamaan yang terjalin, perhatian yang diberikan, serta kebahagiaan sederhana yang hadir ketika para lansia mendapat kunjungan dari orang-orang yang peduli terhadap kehidupan mereka.

Di tengah keseharian yang berjalan dengan rutinitas panti, kehadiran tamu menjadi suasana tersendiri. Sebab, bagi mereka yang telah memasuki usia senja, perhatian dan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang menjadi bagian penting dari kebahagiaan.

Melalui kegiatan tersebut, JNE Cabang Semarang bersama WarEk Semarang menyerahkan bantuan uang dan sembako untuk membantu kebutuhan operasional Panti Wredha Rindang Asih II. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan bagi para penghuni.

Kepala Cabang Utama JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju acara puncak yang dijadwalkan pada tanggal 26 November mendatang.

Baca Juga:  Arbi Kunci Gelar Juara Asia AP250, Konsistensi Honda Berlanjut di ARRC 2025

Menurut Wahyu, kegiatan berbagi ini berawal dari inisiatif teman-teman wartawan ekonomi yang ingin memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. JNE kemudian ikut berkolaborasi untuk mewujudkan niat baik tersebut.

“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit membantu operasional panti dan memberikan manfaat bagi oma-opa yang tinggal di sini,” tuturnya.

Wahyu menjelaskan, JNE selama ini juga rutin memberikan bantuan kepada panti-panti di bawah yayasan yang sama. Kolaborasi dengan WarEk Semarang menjadi salah satu upaya memperluas kepedulian sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia.

Baginya, kegiatan sosial tidak semata-mata tentang bantuan yang diserahkan, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian bisa dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.

Di balik senyum para penghuni, Panti Wredha Rindang Asih II memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi setiap hari.

Sekretariat Panti Wredha Rindang Asih II, Nanda Putri Listia Hayu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan JNE bersama WarEk Semarang.

Baca Juga:  Sido Muncul Raih PROPER Emas Keenam, Irwan Hidayat Kembali Sabet Green Leadership

Ia menjelaskan panti yang telah berdiri selama 45 tahun itu kini dihuni 25 oma dan opa, dari kapasitas maksimal 30 orang. Dengan demikian, masih tersedia lima tempat bagi calon penghuni yang memenuhi persyaratan.

Selama ini, operasional panti banyak bergantung pada bantuan para donatur dan pemerhati. Kebutuhan yang harus dipenuhi tidak sedikit, mulai dari bahan makanan hingga perlengkapan kebersihan dan kesehatan.

“Untuk kebutuhan sehari-hari, kami memerlukan sembako seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan gula pasir. Selain itu, ada kebutuhan deterjen, sabun mandi, pelembut pakaian, obat-obatan, hingga popok,” kata Nanda.

Berbagai kebutuhan tersebut harus tersedia agar para penghuni dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman. Karena itu, bantuan dalam bentuk uang maupun barang menjadi dukungan berarti bagi pengelola.

Bagi panti, kepedulian para donatur bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan rutin, tetapi juga menjadi salah satu penopang agar pelayanan bagi para lansia terus berlangsung.

Baca Juga:  Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Ajak Warga Perbanyak Sumur Resapan

Nanda menjelaskan, setiap penghuni memiliki kontribusi bulanan yang ditetapkan sebesar Rp1,5 juta. Namun, pembayaran tetap disesuaikan dengan kemampuan keluarga masing-masing.

Sebelum seseorang diterima sebagai penghuni, pihak panti terlebih dahulu berkomunikasi dengan keluarga dan membuat kesepakatan mengenai tanggung jawab selama tinggal di panti.

Keluarga tetap memiliki tanggung jawab ketika penghuni sakit maupun meninggal dunia. Artinya, tinggal di panti bukan berarti hubungan dan tanggung jawab keluarga terhadap orang tua terputus.

Di sisi lain, pengelola harus memastikan kebutuhan para penghuni tetap terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar hingga pelayanan sehari-hari. Peran para donatur pun menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan tersebut.

Dari Panti Berlanjut ke Kebersamaan di Kampung Laut

Kegiatan bersama JNE Cabang Semarang dan WarEk Semarang tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Setelah bakti sosial di Panti Wredha Rindang Asih II, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan memancing ikan bandeng di tempat pemancingan Kampung Laut, Semarang.(AK)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini