Semarang,Seputarjateng. – Menjaga pelanggan agar kembali membeli tak cukup hanya dengan mengandalkan promo. Pelaku usaha kuliner perlu memahami kebutuhan konsumen, mencatat riwayat pembelian, hingga membangun komunikasi yang tepat untuk menjaga loyalitas dan mendorong pembelian berulang (repeat order).
Strategi tersebut diperkenalkan Polytron kepada lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner melalui workshop UMKM Naik Level bareng Polytron di Semarang, Selasa (27/10/2026). Peserta dibekali cara mengelola data pelanggan dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat hubungan dengan konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, peserta berlatih menyusun basis data, mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristiknya, serta membuat tiga skenario pesan WhatsApp untuk situasi berbeda. Mereka juga menyusun rencana aksi selama tujuh hari agar strategi yang dipelajari bisa langsung diterapkan dalam usaha masing-masing.
Pencatatan riwayat pembelian membantu pelaku usaha mengenali kebiasaan dan preferensi konsumen. Dengan begitu, komunikasi yang dilakukan dapat lebih personal dan relevan, bukan sekadar menawarkan produk. Hubungan yang terjaga setelah transaksi juga membuka peluang pelanggan kembali membeli tanpa harus terus-menerus mencari konsumen baru.
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Polytron dalam mendukung pengembangan UMKM melalui teknologi dan penguatan pengelolaan bisnis. Sebelumnya, Polytron bersama platform riset Populix meluncurkan UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level yang merangkum tantangan pelaku usaha dan strategi pengembangan bisnis.
Data dalam handbook tersebut menunjukkan, 25 persen pelaku usaha menghadapi kendala karena sistem dan standar operasional prosedur (SOP) belum tertata, sedangkan 48 persen masih mencatat transaksi secara manual.

Selain itu, sebanyak 32 persen responden menyebut modal sebagai tantangan utama dan 50 persen mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Dari sisi operasional, 67 persen UMKM mikro hanya memiliki satu hingga dua karyawan untuk menangani berbagai pekerjaan.
Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya, mengatakan banyak UMKM terhambat oleh anggapan keliru tentang cara mengembangkan bisnis.
“Dalam perjalanannya, banyak UMKM terhambat karena asumsi yang keliru. Handbook ini secara tajam mematahkan lima mitos utama, disandingkan langsung dengan fakta lapangan,” ungkap Vina.

Polytron merumuskan empat pilar pengembangan UMKM, yakni konsep, sistem, aset, dan ekspansi. Dalam penerapannya, pengelolaan hubungan pelanggan atau Customer Relationship Management (CRM) menjadi bagian dari pilar sistem, yang mendorong pelaku usaha beralih dari proses manual menuju pengelolaan bisnis yang lebih teratur.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai penawaran berlangganan Mekari Qontak secara gratis hingga enam bulan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Melalui program ini, Polytron mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada penjualan hari ini, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Sebab, keberlanjutan usaha turut ditentukan oleh kemampuan memahami kebutuhan konsumen, menjaga kualitas pelayanan, dan membuat pelanggan bersedia kembali membeli.(AK)


