Semarang,Seputarjateng.id- Para ahli energi dari berbagai lembaga hadir pada gelaran Joint Convention Semarang (JCS) 2025
berlangsung selama 3 hari dan berakhir, Kamis(3/7,2025) di hotel Padma Semarang.
Selama digelar JCS berthemakan “Sustainable Energy Resilience: Indonesia’s Path to Self-Sufficiency” tidak hanya diisi dengan diskusi,tapi juga diramaikan dengan penampilan stand stand dari asosiasi profesi di bidang energi dan sumber daya alam,ternasuk PT Surveyor Indonesia (PTSI).
PTSI tidak hanya hadir pada seremoni pembukaan, tetapi juga
berpartisipasi aktif dalam sesi Business Forum yang menjadi bagian penting dari rangkaian JCS 2025. Dalam forum tersebut, PTSI diwakili Sarjuni Adicahya, Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Services, yang memaparkan peran strategis PTSI sebagai lembaga verifikator TKDN yang telah diakreditasi.
“TKDN bukan hanya alat pengendali impor, melainkan strategi keberimbangan yang memperkuat industri dalam negeri sambil membuka ruang untuk kolaborasi teknologi dengan pihak luar”,tutur Sarjuni dalam sesi tersebut. Ia menekankan bahwa produk luar negeri tetap dapat masuk pasar Indonesia, namun produk lokal dengan nilai TKDN tinggi mendapat prioritas khusus dalam pengadaan pemerintah.
Dalam pemaparannya, Sarjuni juga menjelaskan proses penilaian TKDN yang tidak bisa ditentukan sepihak oleh produsen. “Penilaian dilakukan melalui verifikasi oleh lembaga independen seperti PTSI dan disahkan oleh Kementerian Perindustrian. Ini menjamin akuntabilitas dan transparansi dalam perhitungan nilai kandungan lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut, PTSI menyoroti pentingnya peningkatan daya saing industri lokal untuk menghadapi persaingan dari negara-negara seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang. Sarjuni menekankan bahwa TKDN adalah instrumen strategis untuk memberikan ruang tumbuh bagi industri nasional melalui peningkatan kualitas, efisiensi, serta inovasi produk.

Menanggapi tantangan bonus demografi di Indonesia, PTSI juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan keterampilan teknis di bidang otomasi, energi, manufaktur, serta kemampuan adaptasi terhadap standar internasional dan teknologi digital. “TKDN membuka lapangan kerja, tapi pemuda harus siap dengan skill yang relevan agar bisa mengambil peluang dari tumbuhnya industri lokal,” pesannya.
Kehadiran PTSI di JCS 2025 sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku industri dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan serta kemandirian industri dalam negeri.(All)


