Semarang,Seputarjateng.id – Suasana Taman Indonesia Kaya,jalan Menteri Supeno Semarang, Sabtu (31/1,2026) sore berubah menjadi lautan warga saat PT Sriboga Flour Mill menggelar Sriboga Festival dalam rangka perayaan ulang tahun ke-27 perusahaan. Puncak acara ditandai dengan penyajian 2.727 mangkok mie ayam yang mengantarkan Sriboga meraih Rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
Piagam penghargaan LEPRID diserahkan Fitri Ari Susanti kepada Presiden Direktur PT Sriboga Flour Mill, Naufal Arifin, di tengah kemeriahan festival kuliner rakyat yang berlangsung dua hari. Hadir Commercial Directur Fadjar Sofyar,GM Commercial Rike Sundari dan Manager Marketing Maria Wuri.
Menurut Naufal, angka 2.727 bukan dipilih secara kebetulan, melainkan mencerminkan usia Sriboga yang telah menginjak 27 tahun dan perjalanan panjang perusahaan bersama pelaku usaha kecil.
“Festival ini kami persembahkan untuk masyarakat dan UMKM. Mie ayam kami pilih karena ini makanan yang paling dekat dengan rakyat dan menjadi tulang punggung banyak usaha kecil,” ujar Naufal.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Sriboga mengolah sekitar 250 kilogram tepung terigu yang dihasilkan bersama para pelaku UMKM kuliner lokal. Mie ayam sendiri menjadi salah satu produk olahan terigu dengan tingkat konsumsi tinggi, khususnya di Pulau Jawa.
Naufal menambahkan, selama lebih dari dua dekade, Sriboga tidak hanya memproduksi tepung terigu, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang melibatkan UMKM sebagai mitra strategis.

“Kami tumbuh bersama mereka. Dari mie ayam, roti, hingga berbagai jajanan tradisional, UMKM adalah bagian penting dari rantai nilai industri pangan nasional,” katanya.
Selain makan mie ayam bersama, Sriboga Festival juga menghadirkan puluhan stan UMKM, lomba memasak ibu-ibu PKK, kompetisi keluarga, demo masak, hingga hiburan musik yang menarik minat masyarakat.
Festival digelar selama dua hari. Hari pertama diisi dengan perlombaan dan hiburan rakyat, sementara hari kedua diawali dengan Sriboga Run, dilanjutkan final lomba masak PKK, dan ditutup dengan pertunjukan musik.

Hal serupa juga diungkapkan Commercial Directur Fadjar Sofyar. Ia menjelaskan komitmen Sriboga terhadap UMKM tidak berhenti pada festival. Hingga kini, perusahaan telah melakukan pembinaan terhadap lebih dari 3.000 UMKM di berbagai daerah dengan fokus usaha berbasis tepung terigu.
Selain pendampingan usaha, Sriboga juga menjalankan program beasiswa pendidikan bagi anak pelaku UMKM binaan. Sebanyak 125 mahasiswa tercatat telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana, dan sebagian di antaranya kini terjun sebagai wirausahawan.
Dengan kapasitas produksi tepung terigu mencapai 1,8 juta ton per tahun, Sriboga terus mengembangkan inovasi produk agar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, mulai dari mie, roti, gorengan, hingga kue.
“Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap UMKM semakin kuat, ekonomi lokal bergerak, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” pungkas Naufal.(All)


