Semarang,Seputarjateng.id-Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memperingatkan para pedagang agar tidak menaikkan harga bahan pokok di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
โKalau ditemukan harga di atas ketentuan, kami berikan teguran pertama. Jika masih berulang, ada teguran kedua hingga pencabutan izin usaha. Bila tetap melanggar, Satgas Pangan akan melakukan tindakan hukum sesuai prosedur,โ tegas Ahmad Rizal, Jumat (27/2), saat menjelang lebaran memantau harga dan distribusi bahan pokok di Pasar Johar dan Kanjengan, Semarang.
Ia memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat dalam kondisi stabil. Distribusi minyak goreng juga dikawal sesuai Permendag 35, yang mengatur 35 persen Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng disalurkan melalui Bulog.
Bulog menyalurkan minyak goreng ke pengecer dengan harga Rp14.500 per liter dan dijual ke masyarakat sekitar Rp15.700 per liter. Jika ditemukan harga melonjak hingga Rp18.000โRp19.000 per liter, Bulog akan menelusuri rantai distribusi mulai dari pengecer, distributor, hingga produsen.
Sementara itu, pedagang di Pasar Johar menyebut harga relatif stabil. Kiswaji (64), salah satu pedagang, mengatakan minyak goreng kemasan satu liter dijual Rp17.500 dan kemasan dua liter Rp31.400. Menurutnya, kemasan satu liter paling banyak diminati karena menyesuaikan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, Ahmad Rizal menegaskan stok beras nasional dalam kondisi aman dan bahkan meningkat. Jika pada akhir 2025 stok berada di angka 3,2 juta ton, maka per Februari 2026 naik menjadi 3,5 juta tonโbertambah sekitar 300 ribu ton dalam dua bulan.
Serapan terbesar berasal dari Jawa Timur, disusul Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Meski sejumlah daerah terdampak banjir, Bulog memastikan serapan gabah tetap berjalan sesuai instruksi pemerintah agar petani tetap mendapatkan hasil panen secara optimal.
Pemerintah menargetkan hingga akhir 2026 total serapan mencapai 4 juta ton setara beras.
Selain menjaga pasokan dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan 2.280 ton beras untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 2026. Jumlah tersebut dinilai relatif kecil dan tidak memengaruhi cadangan nasional.
Bulog juga menjajaki peluang ekspor hingga 1 juta ton beras ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste, dan Filipina.

Dengan stok yang kuat dan pengawasan ketat, pemerintah optimistis stabilitas harga serta pasokan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 tetap terjaga.(All)


