Bulog Intensifkan Sidak Pasar di Semarang, Harga Bahan Pokok Dipantau Ketat Jelang Lebaran 2026

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id — Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Perum Bulog memperkuat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi langsung ke Pasar Johar dan Pasar Kanjengan, Jumat (27/2).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama instansi terkait dan Satgas Pangan, termasuk unsur kepolisian, untuk memastikan harga tetap sesuai ketentuan serta stok tersedia bagi masyarakat. Pemerintah menegaskan pengawasan ini merupakan langkah preventif agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan konsumen selama bulan puasa hingga Lebaran.

Baca Juga:  Jadwal Pameran Astra Daihatsu di Berbagai Kota Selama Program DAIFEST 2024: Balikpapan, Bandung, Semarang

Ahmad Rizal Ramdhani menyebut pengawasan pasar dilakukan secara rutin sedikitnya tiga kali dalam sepekan. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menekan pedagang, melainkan menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Hasil pantauan menunjukkan sebagian besar harga bahan pokok masih dalam kondisi stabil. Harga daging sapi tercatat Rp130.000 per kilogram, ayam ras Rp35.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.500 per kilogram. Beras premium C4 Super dijual sesuai harga eceran tertinggi, yakni sekitar Rp15.000 per kilogram.
Namun, kenaikan terjadi pada komoditas cabai akibat gangguan distribusi yang dipicu cuaca ekstrem. Cabai rawit kini menyentuh Rp82.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting berkisar Rp80.000 per kilogram di tingkat pedagang.

Baca Juga:  Ahmad Luthfi Fokuskan Rumah Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Dari sisi ketersediaan, Bulog memastikan cadangan beras nasional mencapai 3,5 juta ton hingga Februari 2026. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri. Pengawasan distribusi juga diperketat guna mencegah praktik penimbunan.

Para pedagang di Pasar Johar dan Pasar Kanjengan menyambut positif langkah tersebut. Mereka berharap stabilitas harga dapat terjaga sehingga aktivitas jual beli selama Ramadan berlangsung lancar dan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang berlebihan.
“Kami bila ada kenaikan,seperti lombok maupun bawang merah-bawang putih tidak wajar,juga kasihan kepada pembeli”,ungkap Hj Sutilah(62),salah satu pedagang pasar Johar.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini