Spektakuler! Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda Hidupkan Tradisi Sakral di Tengah Sentuhan Modern

Berita Rekomendasi

Semarang,Seputarjateng.id – Perpaduan memikat antara seni modern dan ritual adat sakral akan menghidupkan kawasan Gunungpati akhir pekan ini. Pemerintah Kota Semarang menghadirkan rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda sebagai wujud nyata pelestarian budaya yang dikemas lebih dinamis dan relevan.

Kegiatan diawali dengan pagelaran Mahakarya Legenda pada Jumat (27/3) malam di Plaza Kandri. Pertunjukan ini menyuguhkan interpretasi kreatif dari kisah-kisah lokal, sekaligus menjadi panggung ekspresi generasi muda dalam menghidupkan kembali legenda yang berakar kuat di masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Bank Jateng Berikan KUR Ratusan Miliar kepada 737 Pelaku Usaha Mikro

Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu (28/3) pagi melalui ritual tahunan Sesaji Rewanda di Goa Kreo. Tradisi sakral ini merupakan bagian dari warisan sejarah Sunan Kalijaga yang terus dijaga keberlangsungannya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa sinergi dua acara ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi.
“Tradisi tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Melalui Mahakarya Goa Kreo, kami membuka ruang kreativitas, sementara Sesaji Rewanda menguatkan nilai spiritual dan rasa syukur melalui penghormatan kepada alam,” tuturnya.

Baca Juga:  DPR dan BGN Sosialisasi Program MBG di Blora, Prioritaskan Petani & UMKM Jadi Pemasok Bahan Pangan

Prosesi sakral dimulai dari kirab budaya yang bergerak dari Masjid Al-Mabrur menuju pelataran Goa Kreo. Replika kayu jati yang melambangkan perjuangan sejarah dipikul oleh delapan orang, diiringi sembilan Santri Kanjengan dan sosok ikonik Kera Bangbintulu.

Enam gunungan menjadi pusat perhatian dalam ritual ini, berisi hasil bumi dan sajian tradisional seperti nasi kuning, buah, hingga kupat lepet. Setelah didoakan, gunungan dipersembahkan kepada kawanan kera sebagai simbol sedekah alam, sebelum akhirnya diperebutkan masyarakat dalam tradisi “ngalap berkah”.

Lebih dari sekadar ritual, kegiatan ini juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Rangkaian acara dari malam hingga pagi memberikan daya tarik lebih bagi wisatawan untuk menikmati suasana Desa Wisata Kandri.

Baca Juga:  Ramadan Penuh Berkah, Pertamina Lubricants Dukung Pendidikan 130 Anak Yatim di Cilacap

Pemkot Semarang pun mengajak masyarakat luas untuk hadir dan merasakan langsung perpaduan unik antara nilai spiritual, sejarah, dan kreativitas dalam satu perayaan budaya yang sarat makna.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini