BI Musnahkan Ratusan Ribu Uang Palsu, Peredaran Rupiah Palsu Terus Menurun

Berita Rekomendasi

Jakarta,Seputarjateng.id- — Bank Indonesia bersama Bareskrim Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang palsu di Kantor Bank Indonesia, Jakarta.

Pemusnahan berlangsungnya bg,Rabu(13/5,2026)dilakukan menggunakan mesin penghancur khusus yang mencacah uang palsu menjadi serpihan kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang asli.

Upaya ini menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sekaligus memperkuat pemberantasan tindak pidana pemalsuan uang.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan, ratusan ribu uang palsu itu berasal dari berbagai temuan sepanjang 2017 hingga November 2025. Sumber temuan mencakup laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), hingga hasil pemeriksaan setoran bank secara nasional.

Baca Juga:  Kado“HUT ke-479 Semarang: Diskon PBB 10 Persen & Bebas Denda untuk Warga!”

Menurutnya, seluruh uang yang dimusnahkan telah melalui proses identifikasi, pemeriksaan tenaga ahli, dan uji laboratorium untuk memastikan keabsahan temuan.
“Sebagian besar uang palsu yang ditemukan memiliki kualitas rendah sehingga masih dapat dikenali masyarakat,” ujarnya.

BI juga kembali mengingatkan masyarakat agar memahami ciri-ciri keaslian Rupiah melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Wakabareskrim Polri Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa peredaran uang palsu bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi ancaman terhadap stabilitas ekonomi nasional dan kepercayaan publik terhadap mata uang negara.

Baca Juga:  Polda Jateng Ungkap Kasus Pupuk Tak Sesuai Standar Di Karanganyar Dan Boyolali

Ia menilai sinergi antara BI, Kepolisian, dan Botasupal menjadi langkah penting dalam memperkuat pencegahan serta penindakan kasus pemalsuan uang di Indonesia.

Bank Indonesia mencatat tren peredaran uang palsu dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Pada 2023, jumlah temuan uang palsu tercatat sebesar 5 ppm atau lima lembar per satu juta uang beredar. Angka tersebut turun menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025.

Penurunan itu dipengaruhi peningkatan kualitas bahan uang, teknologi cetak, dan fitur keamanan Rupiah yang semakin modern sehingga lebih sulit dipalsukan.

Baca Juga:  Anggota DPR Sebut MBG Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, Fondasi Bangun Generasi Muda Sehat

Disebutkan, rupiah tahun emisi 2022 mendapat pengakuan internasional setelah meraih penghargaan “Best New Banknote Series” dalam ajang IACA Currency Awards 2023.(All)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini